Pangsa Pasar Toyota-Daihatsu Turun, Tapi Angka Jualan Naik

Wait 5 sec.

Stan Daihatsu di GIIAS 2026. Foto: Dok. Instagram @giias_idDua merek otomotif andalan dari Grup Astra yakni Toyota dan Daihatsu sudah lama menguasai pucuk pasar domestik, bahkan hingga saat ini. Namun terdapat catatan menarik bila menelusuri pergerakan pangsa pasarnya beberapa tahun terakhir.Data penjualan retail (distribusi dari diler ke konsumen) yang baru dirilis Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia atau Gaikindo, memperlihatkan porsi market share Toyota dan Daihatsu yang cenderung menyusut.Secara akumulasi, kue pasar gabungan Toyota dan Daihatsu tergerus bertahap dari 52,8 persen pada Jan–Sep 2024 (Toyota 33,0 persen dan Daihatsu 19,8 persen), turun menjadi 49,1 persen pada periode sama 2025, hingga melandai ke level 45 persen sepanjang 2026 berjalan.Meski porsi penguasaan pasar per September 2026 berada di level terendah dalam lima tahun terakhir, volume penjualan fisik Duo Astra secara tahunan (Year-on-Year) sebenarnya berhasil bangkit dan tumbuh positif dibanding tahun 2025.Suasana booth Toyota di pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show atau GIIAS 2024 di ICE BSD, Tangerang, Kamis (18/7). Foto: Aditia Noviansyah/kumparanPada Januari–September 2026, total penjualan retail Toyota menyentuh 194.519 unit, tumbuh 3,53 persen dari capaian periode sama 2025 sebesar 187.883 unit. Pun dengan saudaranya Daihatsu yang meningkat lebih tinggi lagi.Bila dibedah, penjualan retail Daihatsu pada Jan–Sep 2026 juga melesat naik menjadi 109.376 unit, atau tumbuh 9,01 persen jika dibandingkan penyerapan konsumen pada jangka waktu serupa tahun 2025 yang mengumpulkan 100.334 unit.Jika ditarik histori lebih jauh, volume penjualan gabungan kedua merek ini sempat mencapai puncak tertingginya pada periode Jan–Sep 2022 dengan raihan 374.784 unit (Toyota 233.890 unit dan Daihatsu 140.894 unit) serta menguasai 51,1 persen pasar nasional.Kinerja volume gabungan tersebut sempat terkoreksi pada Jan–Sep 2023 menjadi 360.467 unit (48,2 persen market share), lalu turun lagi pada Jan–Sep 2024 ke angka 347.456 unit, sebelum menyentuh titik terendahnya di Jan–Sep 2025 sebesar 288.217 unit.Suasana Booth Toyota di GIIAS 2026, ICE BSD, Tangerang, Banten, Rabu (29/7). Foto: Aditia Noviansyah/kumparanKenaikan volume penjualan pada 9 bulan pertama 2026 menegaskan bahwa penyerapan unit Toyota dan Daihatsu di masyarakat terus membaik. Namun, laju pertumbuhan kue pasar nasional yang lebih cepat membuat persentase penguasaan pasar mereka tampak tergerus oleh ekspansi pesaing baru.Pola seperti itu coba ditanggapi oleh Direktur Pemasaran PT Toyota-Astra Motor (TAM), Bansar Maduma yang melihatnya dari dua sudut pandang. Pertama soal dinamika pasar otomotif domestik dan pergeseran permintaan segmen kendaraan tertentu."Kami memahami bahwa kinerja market share tentunya akan terus menyesuaikan dinamika pasar otomotif nasional. Dalam 3–5 tahun terakhir, semakin banyak merek otomotif baru yang hadir di Indonesia," buka Bansar dihubungi kumparan, Selasa (13/10).Daihatsu di GIIAS Semarang 2026. Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparanBansar menambahkan, di tengah sejumlah merek baru yang terus berdatangan ke Indonesia, namun nyatanya pertumbuhan pasar kendaraan penumpang atau passenger car dikatakannya masih relatif terbatas. "Di sisi lain, pertumbuhan pasar otomotif secara keseluruhan lebih banyak didorong oleh segmen kendaraan komersial yang tumbuh lebih dari 40 persen secara wholesales (distribusi dari pabrik ke diler). Kondisi ini tentunya membuat persaingan, khususnya di segmen kendaraan penumpang, menjadi semakin kompetitif," imbuhnya."Di tengah kondisi pasar otomotif yang cukup dinamis saat ini, kami bersyukur Toyota masih dapat mempertahankan posisinya sebagai market leader pasar otomotif nasional di tengah berbagai perubahan yang terjadi dan mengalami kenaikkan lebih dari 8 persen secara wholesales jika dibandingkan dengan tahun lalu dalam periode yang sama," tandas Bansar.Trafik Penjualan Retail Kendaraan Penumpang Merek Jepang di Indonesia 5 Tahun Terakhir (Gaikindo)Januari-September 2026 (676.223 unit)Toyota: 194.519 unit (28,8 persen)Daihatsu: 109.376 unit (16,2 persen)Suzuki: 54.179 unit (8 persen)Mitsubishi Motors: 50.407 unit (7,5 persen)Honda: 35.885 unit (5,3 persen)Mazda: 2.537 unit (0,4 persen)Nissan: 353 unit (0,1 persen).Januari-September 2025 (585.296 unit)Toyota: 187.883 unit (32 persen)Daihatsu: 100.334 unit (17,1 persen)Honda: 54.113 unit (9,2 persen)Mitsubishi Motors: 49.124 unit (8,4 persen)Suzuki: 44.450 unit (7,6 persen)Mazda: 2.408 unit (0,4 persen)Nissan: 805 unit (0,1 persen).Total pasar Januari-Desember 2025: 833.712 unitJanuari-September 2024 (657.448 unit)Toyota: 217.608 unit (33 persen)Daihatsu: 129.848 unit (19,8 persen)Honda: 75.514 unit (11,5 persen)Mitsubishi Motors: 55.382 unit (8,4 persen)Suzuki: 50.942 unit (7,8 persen)Mazda: 3.426 unit (0,6 persen)Nissan: 919 unit (0,1 persen).Total pasar Januari-Desember 2024: 889.680 unitJanuari-September 2023 (746.246 unit)Toyota: 210.842 unit (28,2 persen)Daihatsu: 149.625 unit (20 persen)Honda: 97.026 unit (13 persen)Mitsubishi Motors: 62.582 unit (8,4 persen)Suzuki: 60.920 unit (8,2 persen)Mazda: 3.780 unit (0,5 persen)Nissan: 1.514 unit (0,2 persen).Total pasar Januari-Desember 2023: 998.059 unitJanuari-September 2022 (732.366 unit)Toyota: 233.890 unit (31,9 persen)Daihatsu: 140.894 unit (19,2 persen)Honda: 88.389 unit (12 persen)Mitsubishi Motors: 76.397 unit (10,4 persen)Suzuki: 63.549 unit (8,7 persen)Nissan: 3.033 unit (0,4 persen)Mazda: 2.495 unit (0,3 persen).Total pasar Januari-Desember 2022: 1.013.582 unit.