Iwan Tirta Kenalkan Koleksi Batik 'SMERTI' di Gedung Kesenian Jakarta

Wait 5 sec.

Koleksi "SMERTI" oleh Iwan Tirta. Foto: Iwan TirtaBiasanya, Gedung Kesenian Jakarta (GKJ) dihiasi pertunjukan teater, tari, hingga musik. Namun, jenama Iwan Tirta membawa angin baru ke dalam gedung dengan menggelar fashion show untuk koleksi terbarunya bertajuk “SMERTI” bersama bank BCA.Dahulu, GKJ merupakan destinasi hiburan orang-orang Belanda dan pejabat kolonial. Awalnya, nama gedung ini adalah Theater Schouwburg Weltevreden atau orang di sekitar menyebutnya Gedung Komedi yang dirikan pada 7 Desember 1821.Pada 1984, bangunan ini dipugar dan dijadikan sebagai pusat seni, namanya jadi Gedung Kesenian Jakarta. Sejarah gedung ini menarik Iwan Tirta untuk menjadikannya sebagai tempat fashion show.Jenama ini bilang kalau GKJ dan batik memiliki nilai sejarah yang mirip: terus hidup dari satu generasi ke generasi berikutnya. Menariknya, Iwan Tirta pun menjadi jenama pertama yang menggelar fashion show di GKJ.Koleksi "SMERTI" oleh Iwan Tirta. Foto: Iwan TirtaSMERTI dirancang dengan mendengarkan ruangnya. Kami tidak ingin sekadar memindahkan format runway ke dalam gedung pertunjukan, tetapi membangun presentasi yang merespons karakter Gedung Kesenian Jakarta melalui gerak, pencahayaan, musik, dan ritme. Ruang ini menjadi bagian dari pengalaman serta membentuk cara koleksi dilihat dan dirasakan,” ungkap Shadtoto Prasetio, Art Director dari Shadtoto Studio.Menilik koleksi “SMERTI”Koleksi "SMERTI" oleh Iwan Tirta. Foto: Iwan TirtaKoleksi “SMERTI” menjadi sebuah memori yang kembali diangkat dari motif warisan Iwan Tirta yang merekam hubungan antara manusia dan semesta. Koleksinya hadir dalam 50 tampilan busana pria dan perempuan yang kontemporer. Mulai dari dari gaun, blus, hingga outer.Batik dalam koleksi ini terbuat dari 100% katun dan material TENCEL™ yang dilengkapi dengan styling items berbahan sutra dan denim. Perpaduan siluet, material, dan tekstur tersebut menghadirkan interpretasi kontemporer atas batik dalam beragam bentuk busana.“Smerti lahir dari cara kami memandang memori sebagai sesuatu yang hidup. Karya dan pemikiran Iwan Tirta memberi pijakan bagi kami untuk terus mengeksplorasi kemungkinan batik dalam konteks hari ini. Bukan untuk mengulang masa lalu, melainkan untuk meneruskan semangat penciptaannya dalam bentuk yang baru,” ungkap Widiyana Sudirman, CEO Iwan Tirta.Koleksi "SMERTI" oleh Iwan Tirta. Foto: Iwan TirtaSalah satu koleksi yang versatile adalah blouse berwarna hijau dengan desain turtleneck. Busana ini menampilkan motif flora dan fauna yang modern dengan potongan yang oversize.Koleksi "SMERTI" oleh Iwan Tirta. Foto: Iwan TirtaLanjut, ada outer batik yang unisex. Outer ini berwarna dasar abu-abu yang cukup mudah dipadukan dengan warna lain. Motif hewannya menampilkan siluet gajah lengkap dengan rumput dan dedaunan.Iringan musik dan pelengkap busana Peragaan busana ini pun terasa dramatis dengan iringan musik dari Efek Rumah Kaca. Musik di sini tidak hanya hadir sebagai pengiring, tetapi menjadi bagian dari narasi yang menautkan koleksi, ruang, dan memori.Batik yang disulap menjadi busana kontemporer ini pun dilengkapi dengan perhiasan Gelap Ruang Jiwa, tas Filo by Miwsoon. Lalu, untuk alas kaki pria menggunakan Fortuna Shoes, sementara Naked Sol melengkapi tampilan perempuan.