Kementerian UMKM memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM terdampak bencana di Sumatera. Foto: Dok. Kementerian UMKMSebanyak 908 Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terdampak bencana di Sumatera Barat dan Sumatera Utara menerima pendampingan usaha dari Kementerian UMKM. Program ini mencakup peningkatan kapasitas produksi, perluasan akses pasar, hingga kemudahan akses pembiayaan.Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM, Riza Damanik, memaparkan, 908 pelaku usaha tersebut terdiri atas 638 UMKM asal Sumatera Barat dan 270 UMKM asal Sumatera Utara. Langkah ini ditujukan untuk memulihkan kegiatan bisnis sekaligus memperkuat ketahanan usaha pascabencana."Pemulihan UMKM terdampak bencana di Sumatera kami lakukan secara terintegrasi melalui penguatan kapasitas produksi, perluasan akses pasar, dan kemudahan akses pembiayaan," ujar Riza dalam keterangannya, Sabtu, (17/10).Di Sumatera Barat, program pemulihan dipusatkan di Bukittinggi pada Kamis, (15/10) dengan melibatkan 638 UMKM. Rinciannya, 219 UMKM mengikuti program akses pembiayaan, 255 UMKM mengikuti peningkatan kapasitas wirausaha, dan 164 UMKM mengikuti penguatan akses pasar.Para peserta Sumbar berasal dari Kabupaten Agam sebanyak 304 UMKM, Pasaman 124 UMKM, Pasaman Barat 123 UMKM, serta Lima Puluh Kota 87 UMKM.Melalui agenda tersebut, pelaku usaha dibekali pelatihan kewirausahaan, strategi adaptasi dan digitalisasi, optimalisasi transaksi Katalog Elektronik, hingga fasilitasi inkubasi bisnis.Sementara itu, program pemulihan di Sumatera Utara digelar pada Jumat, (16/10) dengan melibatkan 270 UMKM. Rinciannya meliputi 86 UMKM asal Kota Padangsidimpuan, 84 UMKM dari Kabupaten Mandailing Natal, dan 100 UMKM dari Kabupaten Tapanuli Selatan.Guna menjaga keberlanjutan pendampingan, Kementerian UMKM turut mengoptimalkan layanan SAPA UMKM sebagai pusat informasi dan fasilitasi pengembangan bisnis bagi para wirausaha."Program pemulihan ini diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan daya saing UMKM sekaligus membangun ketahanan usaha. Kami mengoptimalkan layanan SAPA UMKM sebagai pintu akses utama bagi wirausaha," jelas Riza.Melalui pendampingan terpadu ini, Kementerian UMKM menargetkan para pelaku usaha dapat segera kembali memicu produksi, memperluas jaringan pemasaran, serta mengakses pembiayaan formal guna menopang perekonomian daerah.