Demografi Berubah Cepat, Presiden Korsel Restrukturisasi Sistem Sosial-Ekonomi

Wait 5 sec.

Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung memberikan pidato memperingati satu tahun deklarasi darurat militer di Gedung Biru, Seoul, Korea Selatan, Rabu (3/12/2025). Foto: Kim Hong-Ji/REUTERSPresiden Lee Jae Myung menyerukan restrukturisasi sistem sosial dan ekonomi Korea Selatan (Korsel) untuk menyesuaikan diri dengan perubahan demografi yang berlangsung cepat.Dikutip dari Yonhap News Agency, orang nomor satu di Korsel tersebut menilai perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) membuka peluang untuk merancang ulang berbagai sektor, mulai dari industri, ketenagakerjaan, pendidikan, hingga sektor lainnya.Lee menyampaikan hal tersebut dalam pertemuan komite strategi kependudukan presiden yang dihadiri para menteri pemerintah dan puluhan warga pada Rabu (14/10). Pertemuan itu bertujuan membantu merancang kebijakan kependudukan negara tersebut.Korea Selatan tengah menghadapi penuaan populasi yang berlangsung cepat. Penduduk berusia 65 tahun ke atas telah mencapai lebih dari 21 persen dari total populasi, menjadikan negara tersebut sebagai masyarakat supertua (super-aged society), yaitu ketika lebih dari 20 persen penduduknya berusia 65 tahun atau lebih.Lee menyerukan kebijakan yang mendorong pertumbuhan penduduk secara kualitatif maupun kuantitatif. Dia mengatakan Kors membutuhkan perubahan besar dalam kebijakan kependudukannya.Bebek Karet raksasa karya seniman Belanda Florentijn Hofman mengapung saat orang-orang berjalan di Danau Seokchon di Seoul, Korea Selatan, Jumat (30/9/2022). Foto: Heo Ran/REUTERS“Artinya, seluruh sistem sosial dan ekonomi Korea Selatan harus dirancang ulang dari awal sesuai dengan perubahan populasi,” kata Lee dikutip Sabtu (17/10).Dia menyebut ketenagakerjaan, kesejahteraan, lapangan kerja, perumahan, dan pengasuhan anak sebagai sektor yang membutuhkan perbaikan kebijakan agar selaras dengan perubahan demografi.Lee menilai inovasi yang didorong AI secara khusus membuka peluang untuk merestrukturisasi sistem sosial, termasuk sektor ketenagakerjaan, pendidikan, perawatan lansia, dan pengasuhan anak.Selain penuaan populasi dan rendahnya angka kelahiran, Lee menyoroti pertumbuhan jumlah penduduk imigran dan munculnya berbagai bentuk struktur keluarga sebagai tren demografi baru.Dia menegaskan prioritas utama pemerintah adalah mewujudkan negara tempat semua orang dapat menikmati kehidupan yang bahagia sepanjang siklus hidup mereka.“Petunjuk untuk menyelesaikan persoalan kependudukan hanya dapat ditemukan ketika (masyarakat) memiliki harapan bahwa mereka dan keluarga dapat tumbuh bersama serta hidup bahagia bersama, di mana pun dan dengan siapa pun mereka tinggal,” jelas Lee.