Harga LNG Asia Tembus USD 30,4 per MMBTU, Tertinggi Sejak 2022

Wait 5 sec.

Ilustrasi tanker LNG. Foto: Aerial-motion/ShutterstockHarga gas alam cair (Liquefied Natural Gas/LNG) di pasar Asia melonjak ke level USD 30,4 per million British Thermal Units (MMBTU) pada Senin, (19/10). Angka ini mencatatkan rekor harga tertinggi sejak Desember 2022.Berdasarkan laporan Bloomberg, pemicu utama lonjakan harga ini adalah eskalasi serangan terhadap kapal tanker di Timur Tengah yang meredupkan prospek pemulihan ekspor gas dari kawasan tersebut.Lembaga UK Maritime Trade Operations menerima laporan mengenai penembakan sebuah kapal pengangkut LNG di dekat perairan Yaman pada Sabtu, (17/10). Insiden ini memperpanjang rentetan serangan terhadap kapal tanker minyak dan gas di kawasan Laut Merah serta Selat Hormuz.Konflik militer antara AS dan Iran juga menyebabkan sebagian besar produksi LNG Qatar yang menyumbang sekitar seperlima pasokan dunia terisolasi di Selat Hormuz.Kondisi tersebut memaksa para pembeli beralih ke pasar spot yang jauh lebih mahal akibat ketidakmampuan pemasok memenuhi kuota kontrak jangka panjang.Lonjakan harga makin tak terelakkan seiring meningkatnya konsumsi energi menjelang musim dingin di Belahan Bumi Utara. Saat ini, harga LNG spot telah melonjak hingga tiga kali lipat dibandingkan posisi sebelum konflik pecah pada akhir Februari.Meskipun harga melambung tinggi, sejumlah pembeli di Asia tetap agresif berburu pasokan spot. Hal ini memperketat persaingan dengan negara-negara Eropa yang juga sedang berjuang mengisi cadangan gas.Saat ini, tingkat penyimpanan gas di Eropa baru mencapai 75 persen, jauh di bawah rata-rata musiman lima tahun sebesar 89 persen.Krisis pasokan energi ini mengerek biaya listrik rumah tangga dan inflasi global, sekaligus memaksa sejumlah negara kembali bergantung pada batu bara.Menteri Energi Korea Selatan menyatakan pekan lalu bahwa pemerintahnya terpaksa mengandalkan kembali batu bara dan energi nuklir untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi listrik selama musim dingin.