UEFA Layangkan Surat Mendesak Tuntut Transparansi Presiden FIFA

Wait 5 sec.

Presiden FIFA Gianni Infantino berada di dalam stadion sebelum pertandingan Polandia melawan Argentina. Foto: Kacper Pempel/REUTERSUEFA mengirimkan surat desakan berisi 42 pertanyaan krusial kepada Sekretaris Jenderal FIFA Mattias Grafstrom pada awal pekan ini. Seperti dikutip dari laporan Sky Sports News, langkah tegas ini diambil untuk menuntut akuntabilitas kepemimpinan Gianni Infantino atas berbagai dugaan konflik kepentingan dan ketidakjelasan finansial.Federasi sepak bola Eropa tersebut memberikan tenggat waktu dua minggu kepada organisasi tertinggi sepak bola dunia itu untuk memberikan tanggapan resmi. Keputusan ini diambil setelah penjelasan lisan Presiden FIFA Gianni Infantino dalam rapat dewan di Zurich dinilai belum menjawab berbagai isu fundamental.Keraguan Atas Proyek Komersial dan Transparansi Finansial FIFAUEFA mempermasalahkan langkah pimpinan federasi yang sempat menegosiasikan hak komersial turnamen secara rahasia dengan pihak luar seperti Thrive Capital. Pihak Eropa mempertanyakan alasan perjanjian eksklusif tersebut ditandatangani tanpa ada konsultasi atau persetujuan terlebih dahulu dari dewan organisasi.Isu pertanggungjawaban dana dan gaji pimpinan juga menjadi sorotan tajam dalam dokumen berkas pertanyaan tersebut. Laporan keuangan mengindikasikan adanya pembayaran tambahan bernilai 1,3 juta poundsterling pada tahun 2024 di luar gaji pokok sebesar 4 juta poundsterling yang tidak tercantum dalam laporan tahunan resmi.Indikasi Intervensi Politik dan Kasus Hukum PemainHubungan dekat antara pimpinan federasi dunia tersebut dengan tokoh politik Amerika Serikat seperti Donald Trump turut memicu kecurigaan atas potensi konflik kepentingan. Dokumen tersebut menanyakan secara rinci mengenai pembicaraan langsung terkait peninjauan kembali kasus disiplin pemain bernama Balogun setelah adanya kontak telepon khusus.Sekretaris Jenderal UEFA Theodore Theodoridis menegaskan pentingnya keterbukaan dan pengawasan atas setiap keputusan yang telah diambil pimpinan. “Pertanyaan-pertanyaan ini membutuhkan jawaban sekarang juga dan tidak dapat ditunda hingga rapat dewan berikutnya,” tegas Theodoridis dalam surat resmi tersebut.Selain itu, pembuatan penghargaan FIFA Peace Prize yang diberikan kepada pimpinan politik tanpa persetujuan dewan ikut dipertanyakan peruntukannya. Keputusan menyewa kantor di Trump Tower New York serta pemindahan lokasi pengundian turnamen juga dinilai berpotensi merugikan keuangan federasi.Penyimpangan Aturan Pertandingan dan Integritas PemiluAsosiasi benua biru tersebut juga mengecam sejumlah pelanggaran regulasi teknis yang terjadi selama penyelenggarakan turnamen utama. Durasi jeda babak pertama final turnamen dunia yang membengkak hingga 27 menit serta penerapan aturan hydration break dilakukan tanpa konsultasi dengan badan pembuat aturan IFAB.Keraguan mendalam turut diarahkan pada independensi komite pemilihan jelang agenda pemilihan presiden mendatang. Meskipun masa kampanye resmi telah dimulai sejak akhir April lalu, belum ada calon tandingan yang secara resmi maju untuk menantang posisi petahana.