Blibli Andalkan iPhone 18 dan Harbolnas untuk Jaga Kinerja hingga Akhir 2026

Wait 5 sec.

CEO & Co-founder Blibli, Kusumo Martanto, saat konferensi pers Blibli Annive12sary di Jakarta, Selasa (18/7/2023). Foto: Alfadillah/kumparanPT Global Digital Niaga Tbk (BELI) atau Blibli mengandalkan sejumlah momentum belanja pada paruh kedua 2026 untuk menjaga kinerja bisnis hingga akhir tahun. Salah satunya momentum pemesanan awal iPhone 18.CEO & Co-Founder Blibli Kusumo Martanto mengatakan, momentum tersebut menjadi salah satu peluang bagi perusahaan untuk mendorong aktivitas belanja konsumen pada semester II 2026.“Kami akan memanfaatkan semua momentum yang ada di Semester II (2026). Mungkin saya bisa share beberapa contohnya seperti pre-order dengan iPhone 18,” kata Kusumo dalam paparan kinerja Blibli yang digelar secara daring, Rabu (14/10).Selain itu, untuk mendorong kinerja perusahaan, Kusumo menyebut Blibli juga akan memanfaatkan momentum Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas), hingga periode libur akhir tahun.“Kemudian nanti akan ada Harbolnas dan liputan akhir tahun. Ini semua momentum-momentum ini akan memberikan dampak positif,” imbuhnya.iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max dipamerkan di Beijing, China, Juamt (18/9/2026). Foto: Tingshu Wang/REUTERSSelain momentum musiman, Blibli juga mengandalkan peningkatan kontribusi toko fisik dan produktivitas gerai untuk mendukung kinerja perusahaan. Pertumbuhan penjualan toko yang sama atau same-store sales growth (SSSG) turut menjadi salah satu indikator yang diperhatikan perusahaan.Blibli juga akan melanjutkan disiplin biaya serta mengoptimalkan layanan bernilai tambah atau value-added services (VAS). Integrasi kanal penjualan daring dan luring melalui strategi omnichannel serta program loyalitas pelanggan juga diharapkan mendukung tren kinerja perusahaan hingga akhir tahun.“Kami berharap kita bisa terus mempertahankan tren kinerja yang positif hingga akhir tahun. Dan juga menjaga kualitas pertumbuhan serta kami harus terus berdisiplin dalam mengeksekusi semua strategi atau plan yang kami sudah terapkan,” jelasnya.Pada semester I 2026, perusahaan meraup pendapatan Rp 14,8 triliun naik dari Rp 9,59 triliun pada semester I 2025. Sementara untuk kinerja sepanjang 2026, Blibli menargetkan peningkatan pendapatan neto konsolidasian sebesar 15–20 persen.