Gelombang Demo Biaya Hidup Melanda Eropa, Penjarahan hingga Bentrokan Pecah

Wait 5 sec.

Seorang pejalan kaki mengambil foto kendaraan yang terbakar dan patung 'Monumen a la Republique' yang memperlihatkan Rompi Kuning sehari setelah protes nasional menentang "tingginya biaya hidup", di Paris, Minggu (18/10/2026). Foto: MATTHIEU RONDEL/AFPAksi protes berujung kerusuhan terjadi di sejumlah negara Eropa. Masyarakat turun ke jalan lantaran dipicu biaya hidup yang makin tinggi.Di Prancis demo berubah menjadi kerusuhan pada Sabtu (17/10), waktu setempat. Para penjarah memecahkan kaca etalase toko dan mengambil paksa kotak-kotak berisi barang dagangan.Dilansir AFP, kerumunan pria bertopeng yang mengenakan hoodie hitam menarik paksa pintu besi toko hingga terbuka. Mereka kemudian menguras rak-rak yang berisi rokok, kacamata hitam, pakaian, perhiasan, dan makanan.Kerusuhan pecah ketika ratusan ribu demonstran berkumpul di berbagai wilayah Prancis untuk memprotes tingginya biaya hidup. Aksi ini terjadi setelah berminggu-minggu protes mahasiswa digelar dan semakin memperkeruh ketidakpastian politik, enam bulan menjelang pemilihan presiden Prancis.Para penjarah keluar dari sebuah supermarket sambil membawa tas-tas penuh kue, jus buah, dan minuman beralkohol.Dari sebuah toko perhiasan kecil di seberang jalan, mereka mengambil jam-jam antik. Di sudut jalan, seluruh rak pajangan kacamata hitam raib.Di dalam toko, mereka mencari mesin kasir dan membantingnya ke lantai. Namun, terkadang mereka hanya mendapati mesin tersebut kosong.1.800 Orang DitangkapKobaran api membakar gedung Balai Kota setelah sekelompok orang memaksa masuk ke dalam bangunan tersebut saat aksi demonstrasi menentang tingginya biaya hidup di Limoges, Prancis bagian tengah, Sabtu (17/10/2026). Foto: Pascal LACHENAUD / AFPMenteri Dalam Negeri Prancis, Laurent Nunez, menyebut lebih dari 1.800 orang ditangkap selama dan setelah aksi protes yang diwarnai kekerasan di Prancis pada Sabtu (17/10). Aksi tersebut melibatkan bentrokan, pembakaran, dan penjarahan."1.800 orang telah ditangkap dan saat ini penyelidikan sedang berlangsung untuk mengidentifikasi para pelaku tindakan tersebut agar mereka dapat dibawa ke pengadilan," ujar Nunez melalui media sosial X, Minggu (18/10) dikutip dari AFP.Adapun kerusuhan ini berawal dari demonstrasi yang diinisiasi mahasiswa dan kelompok rompi kuning. Mereka membawa isu turunnya kualitas pendidikan dan naiknya biaya hidup dengan upah yang rendah.Demonstrasi ini berujung kericuhan dengan sejumlah orang yang menggunakan penutup muka dan jaket bertudung mulai menjarah toko-toko.Demo di Italia Ricuh, Polisi Tembakkan Gas Air MataPara pengunjuk rasa terlibat bentrok dengan polisi dalam sebuah aksi protes anti-pemerintah yang diselenggarakan oleh gerakan 'Italia in Piazza' di Piazza Duomo, Milan, Italia, Sabtu (17/10/2026). Foto: Piero CRUCIATTI / AFPDemo berujung ricuh juga terjadi di Italia pada Sabtu (17/10) waktu setempat. Demonstran menentang tingginya biaya hidup. Aksi saling serang antara massa dengan petugas pun tak terhindarkan.Dilansir Reuters, media Italia menyatakan polisi sempat menembakkan gas air mata setelah massa aksi melempari petugas dengan batu di alun-alun depan Katedral Gotik Milan.Kericuhan juga terjadi di Kota Bologna. Polisi menggunakan water cannon untuk membubarkan massa setelah aksi demonstrasi berubah menjadi kekerasan. Sebanyak tujuh orang ditangkap, menurut kantor berita ANSA.Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni mengecam aksi kekerasan tersebut. Meloni menegaskan demonstrasi merupakan hak warga, tetapi tidak boleh berujung pada kerusuhan."Berdemonstrasi adalah hak. Mengubah kota-kota kita menjadi medan pertempuran bukanlah hak," kata Meloni lewat akun X-nya.Di Milan, polisi antihuru-hara juga berupaya membubarkan demonstran yang memasuki Galleria Vittorio Emanuele II, pusat perbelanjaan mewah di salah satu sisi alun-alun katedral.Sejumlah kelompok demonstran dilaporkan memisahkan diri dari aksi protes utama yang menyoroti tingginya biaya hidup.Sejumlah toko menutup pintu dan wisatawan bergegas meninggalkan kawasan pusat kota.Stasiun metro Duomo, yang berada di dekat katedral, juga ditutup selama bentrokan berlangsung. Beberapa orang dilaporkan terluka dan sejumlah penangkapan dilakukan, menurut media Italia.Harga Rumah Melambung, Demo Besar di PortugalPara pengunjuk rasa memprotes kelangkaan perumahan, lonjakan harga sewa, dan upah rendah di alun-alun Rossio, pusat kota Lisbon, Portugal, Sabtu (17/10/2026). Foto: Filipe Amorim/AFPDi ibu kota Portugal, Lisbon, diperkirakan puluhan ribu demonstran berunjuk rasa memprotes krisis biaya hidup, rendahnya upah, serta sulitnya mendapatkan tempat tinggal di kota-kota besar.Harga rumah di Portugal telah meningkat lebih dari dua kali lipat sejak 2017, sedangkan harga sewa untuk kontrak baru naik dengan besaran yang hampir sama.Menteri Urusan Parlemen Portugal, Carlos Abreu Amorim, mengatakan pada Jumat bahwa "pemerintah tidak akan tunduk pada teriakan dari jalanan".Para demonstran mengatakan para pemimpin mereka "tidak memahami persoalan yang dihadapi masyarakat".Ratusan Pengunjuk Rasa di BelgiaPara pengunjuk rasa berpartisipasi dalam aksi protes mahasiswa di Brussel, Belgia, Sabtu (17/10/2026). Foto: Yves Herman/REUTERSPolisi Belgia menembakkan gas air mata dan meriam air untuk membubarkan ratusan pengunjuk rasa di Brussel dan Liege yang berpartisipasi dalam aksi protes terkait kenaikan biaya hidup pada Sabtu (17/10). Kondisi ini mirip dengan yang terjadi di Prancis.Dalam beberapa pekan terakhir, para siswa sekolah menengah telah menggelar aksi protes menentang kenaikan biaya pendaftaran universitas, namun Menteri Dalam Negeri Bernard Quintin menyebut kerusuhan tersebut sebagai bentuk kekerasan yang terorganisasi.Menurut seorang jurnalis AFP, polisi di Brussel menggunakan gas air mata terhadap sekelompok pemuda di kawasan Bourse yang melemparkan botol serta benda-benda lainnya. Pihak kepolisian menyatakan bahwa sekitar 10 orang telah ditangkap.Aksi unjuk rasa tersebut sebenarnya telah mendapatkan izin dari pihak berwenang, namun polisi menggunakan meriam air untuk membubarkan kelompok-kelompok yang melemparkan kembang api dan cairan mudah terbakar.Selama kerusuhan berlangsung, tempat sampah dan skuter listrik dibakar, sementara kantor Partai Sosialis dirusak.Demo 'Revolusi Flamingo' AlbaniaSeorang petugas pemadam kebakaran menggunakan selang saat api berkobar di gedung Pengadilan Tinggi di tengah bentrokan dalam protes anti-pemerintah oleh mahasiswa di Tirana, Albania, Sabtu (17/10/2026). Foto: Florion Goga/REUTERSAksi protes yang dipimpin oleh mahasiswa di Ibu Kota Albania, Tirana, berujung ricuh. Ribuan orang berunjuk rasa berhari-hari untuk memprotes kondisi pendidikan yang buruk, kenaikan biaya kuliah, serta terbatasnya prospek kerja, di tengah meningkatnya kemarahan terhadap pemerintahan Perdana Menteri Edi Rama.Dikutip dari Viory, para pengunjuk rasa melemparkan batu ke arah polisi, memblokir jalan, dan meneriakkan slogan-slogan sambil berpawai serta mengibarkan bendera Albania.Para pengunjuk rasa juga terlihat menghalangi pintu masuk sebuah gedung dan melemparkan bom molotov, yang menyebabkan asap mengepul dari jendela. Polisi kemudian mengerahkan meriam air dan gas air mata, memaksa para demonstran untuk mundur.Kekerasan meningkat pada malam hari di dekat Kementerian Pendidikan, para pengunjuk rasa dilaporkan merusak barikade, menggulingkan tempat sampah, serta melemparkan batu bata dan bom molotov.Kebakaran juga dilaporkan terjadi di gedung kementerian dan setidaknya dua lokasi bank, termasuk salah satu cabang Raiffeisen Bank.Polisi antihuru-hara merespons dengan gas air mata dan meriam air saat bentrokan meluas di seluruh ibu kota. Dilaporkan terjadi puluhan penangkapan serta jatuhnya korban luka dari kedua belah pihak.Apa yang bermula sebagai aksi protes mahasiswa terkait melonjaknya biaya pendidikan, buruknya kondisi universitas, dan terbatasnya peluang kerja, kini telah berkembang menjadi gerakan anti-pemerintah yang lebih luas di Albania.Para demonstran bergabung dalam gerakan 'Revolusi Flamingo', menuntut pengunduran diri Perdana Menteri Edi Rama atas tuduhan korupsi dan ketimpangan sosial.Pihak penyelenggara dari kalangan mahasiswa telah mengumumkan boikot perkuliahan di universitas-universitas.Kantor Mahkamah Agung Albania juga dibakar pada Minggu (18/10) saat bentrokan antara pengunjuk rasa dan polisi terus berlanjut.