Wartawan merekam layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (16/10/2026). Foto: Indrianto Eko Suwarso/ANTARA FOTOIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melemah di level 4.989-4.785 pada pembukaan perdagangan Senin (19/10). Sebelumnya pada Jumat (16/10), IHSG mengakhiri perdagangan dengan terjun 678,67 poin atau 11,57 persen ke level 5.185,11. IHSG pada Jumat (16/10) juga diwarnai trading halt usai anjlok 8% saat pembukaan perdagangan.“Berdasarkan indikator teknikal, sinyal dari kedua Stochastics K_D dan RSI menunjukkan momentum negatif, meskipun volume perdagangan mengalami peningkatan,” kata Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, M. Nafan Aji Gusta, dalam keterangannya, Senin (19/10).Menurutnya, IHSG diperkirakan masih bergerak volatil dengan kecenderungan tertekan atau bearish bias, seiring sentimen negatif dari MSCI yang mengusulkan reklasifikasi pasar modal Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.Pengunjung memantau layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (16/10/2026). Foto: Indrianto Eko Suwarso/ANTARA FOTOKetidakpastian tersebut berpotensi memicu aksi jual lanjutan, terutama dari investor asing dan investor institusi yang sensitif terhadap perubahan klasifikasi indeks global.“Sedangkan dari sisi global, para pelaku pasar memfaktorkan terkait dengan meningkatnya kekhawatiran terhadap inflasi AS dan arah kebijakan suku bunga The Fed,” ucapnya. Sementara menurut MNC Sekuritas, IHSG pada Senin (19/10) diproyeksi bervariasi. Bisa melemah pada rentang 5.021-5.120 dan menguat kisaran 5.397-5.514.“Maka posisi IHSG sedang membentuk wave [v] pada worst case skenarionya (update pada label biru kemarin). Hal tersebut berarti IHSG masih rawan terkoreksi untuk menguji 5.021-5.120 dahulu dan kemungkinan menguat ke 5.397-5.514,” tulis MNC Sekuritas, dalam keterangannya, Senin (19/10).