Selain di Italia dan Prancis, Belgia hingga Portugal Juga Dilanda Demo Besar

Wait 5 sec.

Para pengunjuk rasa memprotes kelangkaan perumahan, lonjakan harga sewa, dan upah rendah di alun-alun Rossio, pusat kota Lisbon, Portugal, Sabtu (17/10/2026). Foto: Filipe Amorim/AFPSejumlah negara di Eropa mengalami aksi unjuk rasa terkait protes biaya hidup yang tinggi hingga isu pendidikan pada Sabtu (17/10). Sebelumnya diberitakan, demonstrasi di Prancis dan Italia berujung kerusuhan hingga aksi penjarahan.Demo dengan isu serupa juga terjadi di dua negara Eropa lainnya, yakni Belgia dan Portugal.Dilansir Al Jazeera, di ibu kota Belgia, Brussel, yang telah dilanda aksi protes mahasiswa selama berminggu-minggu terkait biaya pendaftaran universitas, polisi menembakkan gas air mata dan menyemprotkan meriam air untuk membubarkan demonstran. Polisi menuduh para demonstran melemparkan benda-benda ke arah petugas dan membakar sejumlah benda.Para pengunjuk rasa berpartisipasi dalam aksi protes mahasiswa di Brussel, Belgia, Sabtu (17/10/2026). Foto: Yves Herman/REUTERSDi Liege, kota yang lebih kecil di sebelah timur Brussel, polisi juga mengerahkan meriam air untuk membubarkan demonstrasi. Polisi tidak menyebutkan jumlah orang yang menghadiri aksi tersebut.Sementara itu, di ibu kota Portugal, Lisbon, diperkirakan puluhan ribu demonstran berunjuk rasa memprotes krisis biaya hidup, rendahnya upah, serta sulitnya mendapatkan tempat tinggal di kota-kota besar.Harga rumah di Portugal telah meningkat lebih dari dua kali lipat sejak 2017, sedangkan harga sewa untuk kontrak baru naik dengan besaran yang hampir sama.Para pengunjuk rasa memprotes kelangkaan perumahan, lonjakan harga sewa, dan upah rendah di alun-alun Rossio, pusat kota Lisbon, Portugal, Sabtu (17/10/2026). Foto: Filipe Amorim/AFPMenteri Urusan Parlemen Portugal, Carlos Abreu Amorim, mengatakan pada Jumat bahwa "pemerintah tidak akan tunduk pada teriakan dari jalanan".Para demonstran mengatakan para pemimpin mereka "tidak memahami persoalan yang dihadapi masyarakat".