Bank of America Himpun USD 8 Miliar dari Obligasi di Tengah Gejolak Pasar

Wait 5 sec.

Ilustrasi Bank of America. Foto: Hrach Hovhannisyan/ShutterstockBank of America Corp. menghimpun dana sebesar USD 8 miliar melalui penerbitan obligasi korporasi berperingkat tinggi (investment grade) pada Jumat (16/10). Penerbitan ini terbilang tidak biasa karena dilakukan setelah gejolak pasar kredit sepanjang pekan mengganggu rencana penggalangan dana sejumlah perusahaan.Mengutip Bloomberg, transaksi tersebut terdiri dari empat seri surat utang dengan jatuh tempo tiga hingga 11 tahun, menurut seseorang yang mengetahui transaksi tersebut. Sumber itu meminta identitasnya tidak disebutkan karena tidak berwenang berbicara kepada publik.Selisih imbal hasil (spread) seri dengan tenor terpanjang, yakni obligasi senilai USD 2,75 miliar, menyempit sekitar 0,25 poin persentase dari indikasi harga awal menjadi 0,95 poin persentase di atas imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (US Treasury).Bank of America terakhir kali menerbitkan obligasi pada April. Penerbitan kali ini menjadikannya bank besar Wall Street ketiga yang menjual obligasi pada pekan perdagangan yang lebih pendek akibat hari libur.Pekan tersebut diwarnai fluktuasi tajam imbal hasil US Treasury dan peningkatan risiko kredit pada perusahaan-perusahaan berperingkat tinggi. Kondisi ini dipicu data inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan serta meningkatnya kekhawatiran terhadap keberlanjutan belanja besar-besaran untuk pembangunan infrastruktur kecerdasan buatan (AI).Meski demikian, penerbitan obligasi korporasi berperingkat tinggi sepanjang pekan ini mencapai USD 28,5 miliar, hampir menyamai proyeksi para dealer.Bank of America, JPMorgan Chase & Co., dan Morgan Stanley secara gabungan menerbitkan obligasi senilai USD 18 miliar.Enam bank besar Wall Street, yang juga mencakup Goldman Sachs Group Inc., Citigroup Inc., dan Wells Fargo & Co., biasanya mengatur penerbitan surat utang setelah merilis laporan keuangan kuartalan. Keenam bank tersebut telah mengumumkan kinerja keuangan pada pekan ini, dengan hasil yang memberikan sinyal beragam mengenai kondisi industri perbankan.Barclays Plc memperkirakan keenam bank tersebut akan menerbitkan obligasi investment grade senilai sekitar USD 41 miliar pada kuartal ini. Angka tersebut sekitar 30 persen lebih tinggi dibandingkan rata-rata penerbitan pada periode yang sama sejak 2015.Bank of America sebelumnya mengincar penerbitan obligasi sedikitnya USD 6 miliar ketika mulai menawarkan surat utangnya pada Jumat. Bank ini menjadi satu-satunya dari enam bank besar Wall Street yang tidak menerbitkan obligasi pada kuartal III.Dengan transaksi terbaru tersebut, Bank of America telah menghimpun dana USD 25 miliar melalui penerbitan obligasi sepanjang tahun ini. Nilai tersebut melampaui Citigroup dan Wells Fargo, yang keduanya telah menerbitkan surat utang pada bulan lalu.Berdasarkan data yang dihimpun Bloomberg, sebelum transaksi Bank of America, hanya ada empat penerbitan obligasi pada Jumat sepanjang tahun ini. Total dana yang dihimpun dari keempat transaksi tersebut hanya mencapai USD 2,7 miliar.Di sisi lain, saham Bank of America merosot pada awal pekan ini setelah perusahaan melaporkan hasil perdagangan saham dan instrumen pendapatan tetap yang berada di bawah perkiraan. Bank tersebut juga mengungkapkan beban sebesar USD 1,2 miliar terkait denda atas pelanggaran pencucian uang dan sanksi.