Menyulap Botol Plastik dan Galon Bekasi Jadi Perahu

Wait 5 sec.

Pawai kapal hias di acara Festival Cinta Lingkungan (CiLung) di Danau Sunter, Jakarta Utara, Minggu (18/10/2026). Foto: Pradya Tirta/kumparanBotol air mineral dan galon bekas tak selalu berakhir menjadi sampah. Di Festival Cinta Lingkungan (CiLung Fest) 2026 di Danau Sunter Selatan, Jakarta Utara, Minggu (18/10), botol dan galon bekas tersebut disusun menjadi perahu hias yang cantik dan elegan.Seperti pada salah satu perahu dari Kecamatan Cengkareng yang ditampilkan pada festival tersebut. Donal Ardiansyah, perwakilan UPK Badan Lingkungan Hidup Kecamatan Cengkareng, mengatakan perahu itu dibuat menggunakan hampir 3.380 botol air mineral dan 500 botol galon.“Saat ini yang kita gunakan hampir 3.380 pieces botol air mineral, dan untuk botol galonnya sebanyak 500 pieces,” kata Donal saat diwawancarai, Minggu (18/10).Bahan yang digunakan untuk membuat perahu tidak terbatas pada botol plastik dan galon. Tim juga memanfaatkan busa kulkas yang ditemukan di kali atau saluran penghubung (PHB), serta tripleks dan aluminium.“Selain dari botol plastik, kita menggunakan dari busa kulkas yang mana ditemukan dari kali atau dari PHB yang kita temukan, kulkas, ada juga dari bahan tripleks dan apa namanya, aluminium,” ujar Donal.Donal Ardiansyah, Perwakilan Perahu Cengkareng berwarna hijau pada Festival Cinta Lingkungan di Danau Sunter, Jakarta Barat, Minggu (18/10/2026). Foto: Pradya Tirta/kumparanPembuatan perahu tersebut berlangsung selama tiga bulan, dari Juni hingga September 2026.“Untuk pengerjaan ini dari bulan Juni sampai bulan September, 3 bulan,” kata Donal.Mengajak Warga Memilah SampahBahan untuk membuat perahu dikumpulkan dari beberapa titik penanganan sampah di Cengkareng. Dalam prosesnya, tim turut bekerja sama dengan masyarakat sekitar.“Untuk dari sumbernya khususnya dari sumber ya, dari titik penanganan yang ada di Cengkareng ada beberapa titik lokasi, terus kita juga bersama-sama dengan masyarakat sekitar,” ujar Donal.Kerja sama itu juga menjadi kesempatan untuk menyampaikan pentingnya memilah sampah sejak dari sumbernya. Donal menjelaskan bahwa tim berkolaborasi dengan masyarakat sekitar Kecamatan Cengkareng sekaligus melakukan edukasi mengenai pemilahan sampah.“Dari sumbernya kita berkolaborasi dengan masyarakat sekitar Kecamatan Cengkareng yang mana kita melakukan edukasi kepada masyarakat untuk pemilahan sampah dari sumbernya,” katanya.Pawai kapal hias di acara Festival Cinta Lingkungan (CiLung) di Danau Sunter, Jakarta Utara, Minggu (18/10/2026). Foto: Pradya Tirta/kumparanPerahu tersebut dibuat berdasarkan hasil musyawarah para Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) Kecamatan Cengkareng. Dari musyawarah itu, mereka sepakat memilih tema “Kereta Unta”."Kita hasil musyawarah memutuskan untuk mengambil tema Kereta Unta,” ujar Donal.Tema tersebut memiliki makna yang berkaitan dengan perjalanan kehidupan dan nilai-nilai dalam menjalankan pekerjaan. Donal mengatakan, unta dipilih sebagai gambaran sikap istiqomah dan amanah.“Temanya kita dari awal menginspirasi perubahan yang mana simbol kehidupan, perjalanan kehidupan. Karena unta ini adalah salah satu pengembang atau menggambarkan bahwasanya kita harus istiqomah dan amanah dalam menjalankan pekerjaan,” kata Donal.Akan Dipertahankan di CengkarengBotol bekas plastik disulap jadi perahu apung beraneka desain ramaikan festival CiLung Danau Sunter, Jakarta Utara. Foto: Dok: Dinas Lingkungan Hidup DKI JakartaPerahu hias tersebut merupakan karya tim Kecamatan Cengkareng dari Dinas Lingkungan Hidup. Untuk menggerakkannya, perahu dilengkapi mesin berkekuatan 50 PK dan menggunakan bahan bakar minyak.“Pakai mesin perahu 50 PK, Pak,” kata Donal saat menjelaskan mesin yang digunakan.Ketika ditanya mengenai biaya pembuatan, Donal menjelaskan bahwa bahan utama perahu berasal dari barang bekas. Namun, kebutuhan seperti cat dibeli menggunakan dana dari hasil pengolahan sampah di Kecamatan Cengkareng.“Nah, kalau cat itu kan kita di dinas sendiri ada namanya Pengolahan Sampah 3R, yang mana hasil pengolahan sampah kita jual juga ke BSI,” ujarnya.Setelah mengikuti parade di Danau Sunter Selatan, tim memiliki rencana untuk mempertahankan perahu tersebut di wilayah asalnya, Kecamatan Cengkareng.“Ini sudah ada ide dari kita untuk stay di lokasi Cengkareng,” tutup Donal.