RI Dorong Pembayaran Lintas Negara Berbasis QR-LCT di Forum G20 Bangkok

Wait 5 sec.

Menteri Keuangan Suahasil Nazara dan Gubernur BI Destry Damayanti. Foto: Dok. KemenkeuIndonesia mendorong pengembangan pembayaran lintas negara (cross-border payment) berbasis QR dan penggunaan transaksi mata uang lokal (local currency transaction/LCT).Usulan tersebut disampaikan delegasi Indonesia dalam pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral atau 3rd Finance Ministers and Central Bank Governors Meeting (FMCBG) di Bangkok, Thailand, Kamis (15/10). Delegasi Indonesia diwakili oleh Menteri Keuangan Suahasil Nazara dan Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti.“Indonesia menegaskan komitmen untuk terus mendorong pengembangan pembayaran lintas batas (cross-border payment) berbasis QR dan penggunaan transaksi mata uang lokal (local currency transaction). Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dalam sistem pembayaran, memfasilitasi aktivitas perdagangan, serta memperdalam inklusi keuangan,” dikutip dari keterangan resmi Kementerian Keuangan, Jumat (16/10).Selain mendorong pembayaran lintas negara, Indonesia menyambut baik fokus G20 pada modernisasi pasar uang dan pembayaran lintas negara. Indonesia menilai keberagaman kerangka regulasi, struktur pasar, serta tingkat perkembangan keuangan di antara negara-negara anggota G20 perlu menjadi pertimbangan dalam menentukan prioritas bersama.Menteri Keuangan Suahasil Nazara dan Gubernur BI Destry Damayanti. Foto: Dok. KemenkeuUntuk itu, Indonesia mengusulkan pemetaan awal (stock-taking exercise) sebagai fondasi diskusi dalam menentukan prioritas dan memfasilitasi kerja sama yang relevan bagi setiap negara.Dalam pertemuan tersebut, Indonesia juga mengapresiasi capaian dan peran Financial Stability Board (FSB) dalam mendorong modernisasi regulasi serta memetakan berbagai risiko material yang muncul dari perkembangan inovasi keuangan digital.Indonesia menegaskan pentingnya standar hukum dan regulasi yang jelas untuk inovasi keuangan digital guna memberikan kepastian bagi pelaku pasar sekaligus menjadi acuan bagi pembuat kebijakan.Selain itu, Indonesia menyampaikan apresiasi atas berbagai capaian sektor keuangan di bawah Presidensi G20 Amerika Serikat pada 2026. Indonesia juga menyatakan kesiapan melanjutkan kerja sama dengan Inggris sebagai pemegang Presidensi G20 pada 2027 serta seluruh negara anggota untuk memajukan agenda ekonomi dan keuangan global.