Foto udara suasana kawasan Pasar Jambi saat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyelimuti Kota Jambi, Jambi, Sabtu (10/10/2026). Foto: Wahdi Septiawan/ANTARA FOTOSebanyak 13.729 warga Kota Jambi tercatat mengalami penyakit yang berkaitan dengan bencana kabut asap. Dari jumlah tersebut, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) mendominasi dengan 11.795 pasien.Kepala BPBD Kota Jambi, Doni, mengatakan jumlah penderita ISPA jauh lebih tinggi dibandingkan penyakit lain yang tercatat selama kabut asap melanda wilayah tersebut.“Sangat banyak jika dibandingkan dengan yang lain ya,” kata Doni, Selasa (13/10).Selain ISPA, data BPBD Kota Jambi mencatat 1.405 pasien mengalami diare. Kemudian 528 pasien menderita konjungtivitis atau peradangan pada mata.Tingginya jumlah warga terdampak terjadi di tengah memburuknya kualitas udara Kota Jambi akibat kabut asap. Berdasarkan pemantauan pada Senin (12/10) pukul 13.00 WIB, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) tercatat mencapai 277 atau masuk kategori sangat tidak sehat.Wali Kota Jambi Maulana mengatakan, tingginya angka penyakit yang dialami masyarakat berkaitan dengan kondisi kualitas udara yang memburuk. Menurutnya, ISPU di Kota Jambi sempat berfluktuasi pada kisaran 300 hingga 400.“Kalau melihat ISPU yang cukup tinggi saat ini, memang angka masyarakat yang terdampak dan menderita penyakit cukup tinggi dan angkanya naik terus,” ujar Maulana.Ia menjelaskan, salah satu polutan yang perlu diwaspadai adalah partikulat halus PM2.5. Ukurannya yang sangat kecil memungkinkan partikel tersebut masuk jauh ke dalam saluran pernapasan hingga mencapai paru-paru.“Secara empiris, kondisi ini pasti meningkatkan ISPA. Yang paling berisiko dalam jangka panjang adalah PM2.5 yang masuk ke paru-paru,” katanya.Untuk mengurangi risiko paparan polusi, Maulana mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan selama kualitas udara masih buruk. Warga juga diminta menggunakan masker apabila terpaksa beraktivitas di luar rumah.Masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan diimbau segera mendatangi fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis.Pemerintah Kota Jambi juga menyiapkan pelayanan kesehatan melalui fasilitas kesehatan milik pemerintah bagi warga yang terdampak kabut asap.