Para pengunjuk rasa berpartisipasi dalam aksi protes mahasiswa di Brussel, Belgia, Sabtu (17/10/2026). Foto: Yves Herman/REUTERSPolisi Belgia menembakkan gas air mata dan meriam air untuk membubarkan ratusan pengunjuk rasa di Brussel dan Liege yang berpartisipasi dalam aksi protes terkait kenaikan biaya hidup pada hari Sabtu (17/10). Kondisi ini mirip dengan yang terjadi di Prancis.Dalam beberapa pekan terakhir, para siswa sekolah menengah telah menggelar aksi protes menentang kenaikan biaya pendaftaran universitas, namun Menteri Dalam Negeri Bernard Quintin menyebut kerusuhan tersebut sebagai bentuk kekerasan yang terorganisasi.Menurut seorang jurnalis AFP, polisi di Brussel menggunakan gas air mata terhadap sekelompok pemuda di kawasan Bourse yang melemparkan botol serta benda-benda lainnya. Pihak kepolisian menyatakan bahwa sekitar 10 orang telah ditangkap.Para pengunjuk rasa berpartisipasi dalam aksi protes mahasiswa di Brussel, Belgia, Sabtu (17/10/2026). Foto: Yves Herman/REUTERSAksi unjuk rasa tersebut sebenarnya telah mendapatkan izin dari pihak berwenang, namun polisi menggunakan meriam air untuk membubarkan kelompok-kelompok yang melemparkan kembang api dan cairan mudah terbakar.Selama kerusuhan berlangsung, tempat sampah dan skuter listrik dibakar, sementara kantor Partai Sosialis dirusak.Polisi juga menggunakan meriam air untuk membubarkan kelompok pengunjuk rasa yang lebih kecil di kota Liege, wilayah timur Belgia, lokasi yang sebelumnya juga sempat diwarnai bentrokan 10 hari yang lalu.