'Love-Hate Relation' JPO Rasuna Said, Dinas Bina Marga DKI Beri Penjelasan

Wait 5 sec.

Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang menghubungkan Halte Kedubes Malaysia dan Halte Epicentrum Selatan tampil lebih menarik dengan dominasi warna cokelat di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Jumat (26/6/2026). Foto: Jamal Ramadhan/kumparanDinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta memberikan penjelasan terkait keberadaan dua Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang lokasinya saling berdekatan di Jalan H.R. Rasuna Said, Jakarta Selatan. Kedua struktur penyeberangan tersebut memiliki fungsi dan sejarah pembangunan yang berbeda meski berdiri berdampingan.Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Siti Dinarwenny, menyampaikan JPO pertama merupakan fasilitas penyeberangan eksisting milik Pemprov DKI yang dibangun lebih awal untuk masyarakat umum.Sementara itu, JPO kedua merupakan infrastruktur integrasi yang dibangun oleh pihak LRT Jabodebek untuk menghubungkan Stasiun LRT Jabodebek dengan Halte TransJakarta.Dinar menjelaskan, perubahan akses ke Halte TransJakarta terjadi seiring dipindahkannya lokasi halte ke bawah Stasiun Terintegrasi LRT Jabodebek. Sejak perpindahan tersebut, jalur masuk halte tidak lagi menggunakan JPO eksisting, melainkan dialihkan melalui JPO integrasi.Meski begitu, JPO integrasi buatan LRT Jabodebek tersebut tetap bisa dimanfaatkan oleh masyarakat umum yang sekadar ingin menyeberang jalan tanpa harus membeli tiket transportasi umum."JPO integrasi terdapat area tidak berbayar (unpaid area) sehingga dapat digunakan oleh masyarakat umum untuk menyeberang. Fasilitas ini telah dilengkapi dengan lift untuk memudahkan akses masyarakat, khususnya penyandang disabilitas, lansia, ibu hamil, serta pengguna lainnya yang membutuhkan kemudahan akses," kata Dinar dalam keterangan resminya yang dirilis pada Senin (3/8).Tak Bisa DisambungJembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang menghubungkan Halte Kedubes Malaysia dan Halte Epicentrum Selatan tampil lebih menarik dengan dominasi warna cokelat di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Jumat (26/6/2026). Foto: Jamal Ramadhan/kumparanMenanggapi usulan publik yang meminta kedua JPO tersebut dihubungkan secara fisik, Bina Marga DKI mengungkapkan adanya kendala teknis yang signifikan dari struktur bangunan.Berdasarkan kajian, terdapat perbedaan elevasi lantai setinggi 75 sentimeter antara kedua JPO, sementara jarak horizontal antarkedua struktur sangat dekat, yaitu hanya sekitar 60 sentimeter."Kondisi tersebut tidak memungkinkan untuk membangun tangga maupun ramp yang memenuhi persyaratan keselamatan, keamanan, kenyamanan, serta standar aksesibilitas bagi pengguna," terang Dinar.Meskipun tidak terhubung langsung, jarak antara tangga turun kedua JPO tersebut relatif dekat, yakni hanya sekitar 50 meter. Masyarakat diimbau untuk memilih fasilitas JPO yang paling sesuai dengan titik tujuan penyeberangan masing-masing."Kami mengimbau masyarakat untuk menggunakan fasilitas penyeberangan yang tersedia dan selalu mengutamakan keselamatan saat beraktivitas," pungkas Dinar.