Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Prof. Iwan Ariawan memaparkan hasil evaluasi Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kementerian Kesehatan, Jakarta, Selasa (4/8/2026). Foto: Zahira Hilman/kumparanGuru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), Iwan Ariawan, mengatakan Indonesia masih menjadi negara dengan angka kematian kedua tertinggi akibat penyakit kardiovaskular di ASEAN. Kondisi tersebut, menurut dia, belum menunjukkan penurunan yang berarti.“Di Indonesia, kematian karena penyakit kardiovaskular nomor dua tertinggi di ASEAN dan belum menunjukkan penurunan yang berarti,” kata Iwan dalam media briefing Evaluasi, Capaian, dan Langkah Strategi Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kementerian Kesehatan, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (4/8).Adapun negara nomor satu tingkat kematiannya tertinggi di ASEAN adalah Laos. Berikut daftarnya:LaosIndonesiaMyanmarKambojaFilipinaVietnamMalaysiaBrunei DarussalamThailandSingapuraIwan menjelaskan, penyakit kardiovaskular sebenarnya dapat dicegah. Menurut dia, terdapat 12 faktor risiko utama penyakit kardiovaskular, dengan delapan di antaranya telah masuk dalam pemeriksaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG).Lebih lanjut, dia menjelaskan untuk penyakit kardiovaskular terdapat dua faktor risiko utama, yakni hipertensi dan diabetes melitus. Menurut Iwan, CKG diharapkan dapat menemukan kasus-kasus yang selama ini belum terdiagnosis sehingga dapat segera ditindaklanjuti.“Kalau kasus-kasus tersebut ditemukan, kemudian dilakukan tata laksana dengan baik, maka itu akan bermanfaat untuk mencegah penyakit kardiovaskular di masa depan,” ujar Iwan.Berdasarkan pemaparan Iwan, pelaksanaan CKG yang disertai tindak lanjut berpotensi mencegah sekitar 28 persen kasus penyakit kardiovaskular terkait hipertensi dalam 10 tahun ke depan. Jumlah kasus tersebut diproyeksikan turun dari sekitar 5,88 juta menjadi 4,22 juta pada 2035.