Komisaris Independen PLN, Andi Arief, saat ditemui di kantor Kementerian BUMN, Rabu (18/6/2025). Foto: Fariza Rizky Ananda/kumparanSejumlah wilayah di Jakarta dan Tangerang Selatan mengalami mati listrik pada Senin (3/8) dini hari. Listrik padam akibat gangguan pada sistem transmisi.Komisaris Independen PLN Andi Arief membeberkan penyebab pemadaman listrik ini. Menurut Andi, berdasarkan laporan Dispatcher Distribution Control Center (DCC) Jakarta, pemadaman dipicu gangguan pada PMT Incoming 20 kV yang berdampak pada sejumlah gardu induk."Gangguan PMT itu (pemutus tenaga atau dikenal secara global sebagai circuit breaker)," kata Andi saat dikonfirmasi.Gangguan terjadi pada pukul 04.59 WIB. Sementara pasokan listrik mulai dipulihkan sekitar 05.14 WIB.Imbas insiden ini, sebanyak 601.535 pelanggan terdampak pemadaman dengan total beban mencapai 197,5 megawatt (MW).Ilustrasi PLN. Foto: Dok: PLNGangguan juga berdampak pada 169 penyulang, 1.315 gardu distribusi, serta tujuh Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3), yakni Bandengan, Bintaro, Bulungan, Cengkareng, Ciputat, Kebon Jeruk dan Menteng.Sejumlah gardu induk yang terdampak antara lain GI Bintaro, GI Bintaro Baru, GI Petukangan, GI Grogol, dan GI Grogol Baru.Akibat gangguan tersebut, sejumlah kawasan di Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Tangerang Selatan, hingga sebagian Tangerang mengalami pemadaman. Beberapa wilayah yang terdampak di antaranya Bintaro, Pondok Aren, Jombang, Rempoa, Veteran, Tomang, Tubagus Angke, hingga kawasan Grogol.Selain permukiman, pemadaman juga sempat berdampak pada sejumlah fasilitas publik dan pelanggan prioritas, seperti Stasiun Pondok Ranji, Stasiun Sudimara, Rumah Sakit Pondok Indah, RS Premier Bintaro, RSUD Pesanggrahan, RS Suyoto, UIN Syarif Hidayatullah, Mall Taman Anggrek, Exchange Mall Bintaro, hingga fasilitas operasional KRL.Meski demikian, Andi mengatakan proses pemulihan berlangsung cepat. Berdasarkan laporan DCC Jakarta, pasokan listrik mulai kembali menyala sekitar 15 menit setelah gangguan terjadi.