BorneoFlash.com, JAKARTA - Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Erick Thohir mengatakan PSSI akan memfokuskan Piala Presiden sebagai ajang pengembangan tim nasional Indonesia pada edisi mendatang.PSSI mulai menggodok rencana tersebut setelah klub-klub kasta tertinggi Indonesia memiliki dua kompetisi resmi, yakni Super League dan Piala Liga. Karena itu, PSSI tidak lagi menjadikan Piala Presiden sebagai turnamen antarklub."Kami sudah bicara tadi di kongres. Piala Presiden berikutnya, karena klub-klub dan operator liga sudah melahirkan Piala Liga, tentu Piala Presiden tahun depan tidak lagi untuk klub. Kami akan mencoba mengembangkan Piala Presiden untuk pengembangan tim nasional kita," kata Erick Thohir dalam konferensi pers di Jakarta, Senin.Erick menegaskan PSSI masih membutuhkan waktu untuk menyusun konsep dan format baru Piala Presiden sebelum menerapkannya pada edisi berikutnya."Tentu ini akan kami coba, tetapi beri kami waktu untuk berdiskusi mengenai Piala Presiden berikutnya," ujarnya.PSSI pertama kali menggelar Piala Presiden pada 2015 sebagai turnamen pramusim untuk mengisi kekosongan kompetisi setelah FIFA menjatuhkan sanksi kepada Indonesia. Setelah itu, PSSI kembali menggelar turnamen tersebut pada 2017, 2022, 2024, 2025, dan 2026.Pada edisi 2026, panitia mengikutsertakan delapan klub, yakni Arema FC, Persija Jakarta, Persib Bandung, Persebaya Surabaya, PSMS Medan, DPMM FC dari Brunei Darussalam, Tampines Rovers dari Singapura, dan Port FC dari Thailand.Piala Presiden 2026 kini memasuki babak semifinal di Bali. Babak semifinal mempertemukan Persib Bandung dengan Persija Jakarta dalam duel klasik. Sementara itu, Persebaya Surabaya menghadapi Arema FC dalam derby Jawa Timur.Erick juga mengingatkan bahwa Bali memiliki sejarah penting dalam penyelenggaraan Piala Presiden."Kalau teman-teman ingat, Piala Presiden pertama dibuka di Bali. Hari ini Piala Presiden ke-8 kembali digelar di Bali," kata Erick. (*)