BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Bunda PAUD sekaligus Bunda Literasi Kota Balikpapan, Hj Nurlena Rahmad Mas'ud, mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bergotong royong meningkatkan budaya literasi sebagai langkah nyata mewujudkan Balikpapan sebagai kota yang ramah anak.Hal itu disampaikan Hj. Nurlena dalam kegiatan KIARA (Kelas Inspirasi Antar Penggerak) yang digelar melalui kolaborasi Tanoto Foundation bersama Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispustakar) Balikpapan, di Aula Dispustakar Balikpapan, pada Selasa (4/8/2026). Kegiatan dihadiri sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), akademisi, komunitas, mahasiswa, dan media.Menurut Nurlena, keterlibatan berbagai pihak menjadi modal penting untuk menghadirkan program yang benar-benar berdampak bagi tumbuh kembang anak. Ia menilai rendahnya tingkat literasi di Kalimantan Timur (Kaltim) menjadi tantangan yang harus dijawab melalui kerja bersama, bukan sekadar program seremonial. lihat foto Kegiatan KIARA bersama Dispustakar Balikpapan, di Aula Dispustakar Balikpapan, pada Selasa (4/8/2026). Foto: BorneoFlash.com/Niken Sulastri"Literasi sangat penting. Kalimantan Timur masih memiliki tingkat literasi yang perlu terus ditingkatkan. Karena itu saya berharap melalui kegiatan ini lahir program-program yang benar-benar memberi dampak kepada anak-anak kita," ujarnya.Ia menegaskan hasil diskusi dalam forum tersebut harus ditindaklanjuti dengan aksi nyata. Program yang disusun diharapkan tidak berhenti sebagai wacana, tetapi dapat diimplementasikan hingga ke tingkat kelurahan di seluruh Kota Balikpapan."Jangan sampai diskusi hari ini berhenti di sini. Harus ada tindak lanjut, diimplementasikan, dan dilaksanakan di setiap kelurahan sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat," katanya.Selain memperkuat budaya literasi, Nurlena mengatakan Pemerintah Kota Balikpapan juga terus mendorong terwujudnya lingkungan yang ramah anak melalui penyediaan ruang bermain yang aman dan nyaman di enam kecamatan.Menurutnya, keberadaan taman ramah anak menjadi salah satu upaya mengurangi ketergantungan anak terhadap penggunaan gawai sekaligus mendorong mereka lebih aktif berinteraksi dengan lingkungan sekitar."Anak-anak sekarang banyak menghabiskan waktu dengan gadget. Karena itu kami ingin mengarahkan mereka kembali memanfaatkan taman-taman yang ramah anak agar lebih mengenal lingkungan sekaligus membiasakan budaya literasi dalam kehidupan sehari-hari," jelasnya.Nurlena menambahkan kolaborasi yang dibangun bersama Tanoto Foundation juga mendukung berbagai program pembangunan sumber daya manusia, termasuk upaya percepatan penurunan angka stunting. lihat foto Kegiatan KIARA bersama Dispustakar Balikpapan, di Aula Dispustakar Balikpapan, pada Selasa (4/8/2026). Foto: BorneoFlash.com/Niken SulastriMenurutnya, peningkatan literasi keluarga, penguatan pendidikan anak usia dini, dan keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.Melalui sinergi antara pemerintah, dunia pendidikan, komunitas, media, dan sektor swasta, Pemerintah Kota Balikpapan berharap berbagai program yang lahir dari forum KIARA dapat menjadi gerakan berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas anak sekaligus memperkuat predikat Balikpapan sebagai Kota Layak Anak. (*)