BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), melakukan verifikasi lapangan dalam rangka penilaian Lomba Aku Hatinya PKK Tingkat Provinsi Kaltim Tahun 2026, di Kampung Bungas, Kelurahan Gunung Sari Ilir, Kecamatan Balikpapan Tengah, pada Sabtu (13/6/2026).Kunjungan tersebut bertujuan menilai implementasi Program Aku Hatinya PKK yang telah dijalankan di kawasan Kampung Bungas yang mencakup lima wilayah rukun tetangga (RT), yakni RT 64, RT 65, RT 66, RT 68, dan RT 69.Dalam kesempatan itu, Rima selaku perwakilan Ketua TP PKK Kelurahan Gunung Sari Ilir memaparkan berbagai capaian Program Aku Hatinya PKK yang telah mengantarkan wilayah tersebut meraih Juara I Tingkat Kota Balikpapan Tahun 2026.Ia menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan program yang mampu menunjukkan komitmen dan kerja keras seluruh warga, kader, serta pengurus PKK dalam mewujudkan pekarangan yang asri, produktif, dan bermanfaat bagi ketahanan pangan keluarga.“Program Aku Hatinya PKK menjadi sarana untuk mengamalkan dan mengukuhkan pemanfaatan halaman yang asri, teratur, indah, dan nyaman, sekaligus mendukung visi Kota Balikpapan sebagai kota yang nyaman dihuni dan berwawasan lingkungan,” ujarnya, pada Sabtu (13/6/2026).Kelurahan Gunung Sari Ilir memiliki luas wilayah sekitar 114 hektare dengan jumlah 69 RT dan populasi sebanyak 21.311 jiwa. Meski berada di kawasan perkotaan yang padat penduduk dengan mobilitas masyarakat yang tinggi, wilayah ini mampu mengembangkan konsep urban farming yang berkelanjutan.Kampung Bungas sendiri berawal dari gerakan urban farming yang dirintis sejak tahun 2019. Pada tahun 2022, melalui kesepakatan masyarakat, kawasan tersebut resmi diberi nama Kampung Bungas. Dalam bahasa Banjar, “bungas” berarti cantik atau indah. Selain itu, Bungas juga merupakan akronim dari Buah, Bunga, dan Sayuran yang menjadi komoditas utama tanaman di kawasan tersebut. lihat foto Rima selaku perwakilan Ketua TP PKK Kelurahan Gunung Sari Ilir Kecamatan Balikpapan Tengah. Foto: BorneoFlash/Niken SulastriSeiring perkembangannya, Kampung Bungas terus berinovasi dan berhasil meraih berbagai penghargaan hingga tahun 2026. Program yang dijalankan selaras dengan tujuan Aku Hatinya PKK, yakni mewujudkan kampung yang mandiri, sehat, dan berkelanjutan melalui pemanfaatan pekarangan serta sumber daya lokal untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga.Berbagai program unggulan telah diterapkan, di antaranya pemanfaatan pekarangan untuk ketahanan pangan keluarga, budidaya tanaman obat keluarga (TOGA), sayuran, ikan, dan unggas, pengelolaan sampah organik dan anorganik, hingga pengembangan kawasan sebagai sarana edukasi masyarakat.Keberhasilan program tersebut didukung berbagai sumber pembiayaan yang berasal dari APBD, program Corporate Social Responsibility (CSR), serta swadaya masyarakat yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Dukungan regulasi juga diperkuat melalui Surat Keputusan Lurah dan Camat, Peraturan Wali Kota Balikpapan Nomor 35 Tahun 2020, serta Peraturan Gubernur Kalimantan Timur Nomor 11 Tahun 2021.Selain itu, Kampung Bungas menjalin kemitraan dengan Kelompok Wanita Tani (KWT) Bungas Berdikari, LPM, Puskesmas, Karang Taruna, penyuluh pertanian lapangan, serta berbagai pihak lainnya.Berdasarkan data yang dipaparkan, capaian pemanfaatan pekarangan produktif di Kampung Bungas mencapai 91,8 persen. Pemanfaatan apotek hidup mencapai 90 persen, warung hidup 72 persen, lumbung hidup 90 persen, serta budidaya ikan sebesar 91,28 persen.Tak hanya fokus pada penghijauan, Kampung Bungas juga mengembangkan sejumlah inovasi unggulan seperti Gerakan Menanam Lombok dan Sayuran, pemanfaatan air hujan, hidroponik terpadu, penguatan ekonomi kreatif, hingga digitalisasi informasi tanaman melalui sistem barcode.Salah satu inovasi yang menarik perhatian adalah program Gemoy Cilik yang melibatkan anak-anak peserta TPA untuk belajar menanam, merawat tanaman, dan mencintai lingkungan sejak usia dini.Setiap RT di Kampung Bungas juga memiliki inovasi khas. RT 64 mengembangkan Harmoni Budaya dan Kreativitas yang mengangkat budaya masyarakat Toraja. RT 65 mengelola Bank Sampah sebagai tabungan masa depan dan media ekonomi produktif. RT 66 fokus pada taman pangan dan gizi untuk mendukung pencegahan stunting. RT 68 menghadirkan konsep Lorong Hijau yang mengubah area sempit menjadi ruang hijau produktif. Sementara RT 69 mengembangkan kawasan Hijau Produktif dan Estetika dengan pengelolaan tanaman yang bernilai keindahan sekaligus menghasilkan pupuk organik cair dan padat.Berbagai produk olahan hasil budidaya masyarakat juga telah dikembangkan, seperti olahan ubi, sosis ikan bunga, manisan terong ungu, manisan tomat, manisan cabai, hingga produk seledri. Produk-produk tersebut didukung oleh sertifikasi kader pangan yang dimiliki warga Kampung Bungas. lihat foto TP PKK Provinsi Kaltim saat melakukan kunjungan ke Kampung Bungas, Kelurahan Gunung Sari Ilir, Kecamatan Balikpapan Tengah, pada Sabtu (13/6/2026). Foto: BorneoFlash/Niken SulastriAtas berbagai inovasi dan pencapaiannya, Kampung Bungas berhasil meraih sejumlah penghargaan, di antaranya Juara I Lomba Pekarangan Pangan Bergizi, Juara I Lomba Aku Hatinya PKK Tingkat Kecamatan Balikpapan Tengah, serta Juara I Lomba Aku Hatinya PKK Tingkat Kota Balikpapan. Pelopor Kampung Bungas, Suwanto, juga menerima berbagai penghargaan sebagai motivator dan penggerak lingkungan hidup.Melalui Program Aku Hatinya PKK, Kampung Bungas membuktikan bahwa penghijauan bukan sekadar mempercantik lingkungan, tetapi juga menjadi gerakan sosial dan ekonomi yang mampu meningkatkan ketahanan pangan, kemandirian keluarga, serta memperkuat kebersamaan masyarakat.Kampung Bungas kini menjadi salah satu model kampung inspiratif di Kota Balikpapan yang menunjukkan bagaimana kolaborasi warga, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan mampu menciptakan lingkungan yang mandiri, sehat, dan sejahtera. (*)