BorneoFlash.com, KUKAR - Minat pedagang untuk menempati lapak di Tangga Arung Square (TAS) ternyata masih cukup tinggi. Di tengah masih adanya lapak yang belum beroperasi, ratusan calon pedagang disebut telah masuk dalam daftar tunggu untuk mendapatkan tempat berjualan di pusat perdagangan tersebut.Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutai Kartanegara (Kukar), Sayid Fathullah, mengatakan pemerintah daerah masih memberikan kesempatan kepada pemegang lapak yang belum aktif agar segera memanfaatkan tempat usaha yang telah diberikan.Menurutnya, hingga saat ini masih terdapat sejumlah lapak yang belum digunakan untuk aktivitas perdagangan meski fasilitas tersebut telah disiapkan pemerintah daerah."Kami masih memberikan kesempatan kepada para pedagang untuk segera membuka dan mengoperasikan lapaknya," ucap Sayid, pada Rabu (17/6/2026). Ia menjelaskan, pemerintah daerah juga telah menyiapkan langkah evaluasi terhadap lapak yang masih tidak dimanfaatkan. Sebab, di sisi lain terdapat banyak pedagang yang berharap bisa mendapatkan kesempatan berjualan di TAS.Berdasarkan data Disperindag, saat ini terdapat sekitar 200 calon pedagang yang masuk dalam daftar tunggu. Mereka siap menempati lapak apabila ada pemegang sebelumnya yang memilih mengembalikan tempat usaha kepada pemerintah daerah."Kalau memang tidak sanggup berjualan, lapaknya bisa dikembalikan. Nanti akan kami berikan kepada pedagang lain yang memang siap memanfaatkan lapak tersebut," bebernya.Disperindag menilai keberadaan lapak yang aktif beroperasi menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan geliat perdagangan di TAS. Semakin banyak kios yang buka, semakin besar pula peluang kawasan tersebut menarik kunjungan masyarakat.Sementara itu, sejumlah pedagang berharap ada langkah lebih lanjut untuk meningkatkan jumlah pengunjung. Selain aktivitas jual beli, berbagai kegiatan dan event dinilai dapat menjadi daya tarik tambahan agar pusat perdagangan tersebut semakin ramai.Dengan banyaknya calon pedagang yang masih menunggu kesempatan berjualan, pemerintah daerah berharap seluruh lapak yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal sehingga TAS dapat berkembang menjadi pusat ekonomi yang lebih hidup dan produktif. (*)