Shehbaz Sharif tiba untuk menghadiri sesi pleno forum internasional yang membahas Tahun Perdamaian dan Kepercayaan Internasional serta Hari Netralitas Internasional di Pusat Kongres Ashgabat, Ashgabat, Kamis (12/12/2025). Foto: Alexander Kazakov/Pool/ReutersPakistan menyatakan Amerika Serikat dan Iran telah menyepakati kerangka awal perjanjian damai setelah lebih dari tiga bulan perang dan diperkirakan akan menandatangani kesepakatan awal dalam 24 jam ke depan.Mengutip Reuters, Sabtu (13/6), Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, mengatakan negaranya yang menjadi mediator dalam konflik tersebut, sedang mempersiapkan penandatanganan secara elektronik yang akan dilanjutkan dengan pembicaraan tingkat teknis pekan depan.AS dan Iran pada Jumat sebelumnya juga memberi sinyal bahwa kesepakatan untuk mengakhiri perang sudah semakin dekat. Seorang pejabat senior pemerintahan AS mengatakan kedua pihak telah menyetujui teks perjanjian dan Washington memperkirakan penandatanganan awal akan dilakukan dalam beberapa hari mendatang.“Kita lebih dekat dengan perjanjian damai dibanding sebelumnya. Dengan finalisasi yang kemungkinan terjadi dalam 24 jam ke depan, Pakistan sedang mempersiapkan penandatanganan elektronik perjanjian damai segera setelah itu, diikuti pembicaraan tingkat teknis pekan depan,” tulis Sharif di platform X.“Kami yakin perjanjian damai bersejarah ini akan menjadi fondasi kuat bagi perdamaian yang berkelanjutan,” lanjutnya.Perang dimulai setelah serangan gabungan AS dan Israel ke Iran pada 28 Februari. Setelah itu, Iran meluncurkan serangan ke target militer AS di kawasan Teluk dan kelompok Hizbullah di Lebanon menyerang Israel sehingga memicu kembali konflik antara Israel dan kelompok yang bersekutu dengan Iran tersebut.Perang itu telah menewaskan ribuan orang, terutama di Iran dan Lebanon, serta mendorong harga energi global naik tajam.Apa Isi Kesepakatan?Menlu Iran Abbas Araghchi Foto: X/@araghchiMenteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi mengatakan pada Jumat bahwa meskipun masih ada kemungkinan perubahan dalam isi kesepakatan, rancangan sementara tersebut menunjukkan negaranya keluar dari konflik dalam posisi yang lebih kuat.“Iran adalah pemenang perang melawan AS,” ujarnya dalam siaran televisi pemerintah.Beberapa jam setelah pernyataan tersebut, pasukan AS menembak jatuh sejumlah drone serang sekali pakai milik Iran yang bergerak menuju Selat Hormuz, kata sumber yang mengetahui persoalan itu kepada Reuters. Sumber tersebut, yang meminta identitasnya dirahasiakan, mengatakan drone itu dinilai mengancam lalu lintas komersial. Komando Pusat AS kemudian mengonfirmasi tindakan tersebut dan menyatakan jalur perairan tetap terbuka.Menurut sejumlah sumber yang terlibat dalam pembicaraan, nota kesepahaman yang diusulkan mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz dan pencabutan blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan Iran.Negosiasi terkait program nuklir Iran, yang sebelumnya disebut Presiden AS Donald Trump sebagai alasan utama dimulainya perang, akan dilakukan setelah tahap tersebut.Seorang pejabat AS yang berbicara tanpa menyebut identitas mengatakan kepada wartawan pada Jumat bahwa kesepakatan itu memenuhi tujuan utama Trump dan menempatkan proses negosiasi pada posisi yang “sangat, sangat baik”.Draf ketentuan yang dijelaskan kepada Reuters oleh beberapa sumber menunjukkan AS akan mulai mencairkan miliaran dolar aset Iran yang dibekukan dan memberikan pelonggaran sanksi terhadap ekspor minyak Iran sebagai imbalan atas pembukaan kembali Selat Hormuz.Program nuklir Iran akan dibahas dalam periode negosiasi selama 60 hari. Pejabat AS tersebut mengatakan kesepakatan pada akhirnya akan mengarah pada pembongkaran program nuklir Iran, termasuk penghancuran dan pemindahan cadangan uranium yang telah diperkaya tinggi.Namun, Araqchi mengatakan Iran, yang menurut sejumlah sumber belum menyetujui pembongkaran program nuklirnya, ingin tetap mempertahankan uranium dalam bentuk yang telah diencerkan.Usulan tersebut juga mencakup pembahasan kemungkinan kompensasi perang untuk Teheran dan pencabutan tuntutan lama AS terkait pembatasan program rudal Iran, kata sejumlah sumber. Namun, pejabat AS membantah bagian tersebut.