Ilustrasi pengeroyokan. Foto: Dicky Adam Sidiq/kumparanSeorang pria bernama Jaka Malau (24) tewas dianiaya anggota organisasi masyarakat (ormas) di Taman Bunga, Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara, pada Kamis (28/5). Kasat Reskrim Polres Pematansiantar, AKP Sandi Riz Akbar menyatakan, peristiwa ini bermula saat ada cekcok antara Jaka dan anggota ormas. Padahal, ormas itu salah sasaran. Sebab yang dicari anggota ormas itu bukanlah Jaka.Namun, Jaka menantang keenam anggota ormas tersebut karena merasa terganggu atas sikap mereka sehingga cekcok terjadi."Jaka Malau bilang 'kalian kira, aku takut sama kau rupanya'. Dari situlah terjadi cekcok," kata Sandi saat dihubungi, Jumat (19/6).Lalu, keenam anggota tersebut menyerang dan menganiaya Jaka hingga tewas.Berawal Dipicu Selisih Harga Pembuatan TatoPeristiwa ini dipicu dari permasalahan harga tato. Awalnya, salah satu anggota ormas, Ronaldo, membuat tato di tempat Martin Sihaloho. Lalu, terjadi perselisihan antara keduanya karena masalah harga. Ronaldo mengira biaya tato itu sebesar Rp 200 ribu, namun ternyata biaya yang diminta Martin Rp 600 ribu. "Ronaldo Siburian ini awalnya dia punya cekcok atau perselisihan dengan pembuat tato yang sekarang jadi saksi Martin. Si Ronaldo ini komplain, awalnya masalah harga kenapa bayarnya Rp 600 ribu gitu. Jadi Martin bilang 'nanti aku ganti seminggu kemudian kukembalikan uangmu," ujar Sandi.Ronaldo lalu pergi dari tempat studio tato Martin itu. Beberapa saat, Ronaldo kembali mencari Martin di Taman Bunga."Ronaldo berangkat ke arah Taman Bunga. Setelah itu di Taman Bunga Ronaldo menghampiri Martin. Kemudian Martin masuk ke dalam mobil. Setelah masuk ke dalam mobil, berangkat menuju Taman Hewan," ucap Sandi.Ilustrasi Garis Polisi. Foto: Iqbal Firdaus/kumparanDi Taman Hewan, Martin dipertemukan dengan kawan-kawan Ronaldo yang merupakan anggota ormas."Kemudian, bertemulah dengan kawan-kawannya pelaku (anggota ormas). Di situ sempat ada cekcok dengan Martin, 'kok kau bilang kawanku gila' kata kawannya Ronaldo. Kemudian si Martin ini mengatakan kepada Ronaldo ini 'memang aku bilang dia gila, masa dia yang menentukan harga usahaku'," sambung Sandi.Ronaldo pun bersama temannya yang merupakan anggota ormas untuk membawa Martin dengan menaiki mobil. Selanjutnya, mereka pergi ke Taman Bunga untuk mencari temannya Martin. Teman Martini ini, ada di studio tato tempat Ronaldo membuat tato, dan turut dalam perselisihan harga keduanya.Namun, Ronaldo tak bertanya lebih dulu ke Martin untuk memastikan identitas teman Martin."Dibawalah si Martin ke mobil. Ronaldo manggil temannya. Mereka datanglah ke Taman Bunga, Ronaldo nanya mana kawanmu yang membuat tato itu. Tiba-tiba si Ronaldo ini samperin orang yang lagi duduk di situ. Tanpa klarifikasi dulu ke Martin, kalau itu kawannya atau bukan. Jadi langsung ditanya sama Ronaldo 'kau ikut-ikutan juga?'," ujar Sandi.Ternyata yang dihampiri Ronaldo adalah Jaka. Ia tak ada sangkutpautnya dengan Martin atau kawannya."Si Martin ini enggak kenal sama si Jaka. Jadi, ya lebih ke salah sasaran si Ronaldo. Dikiranya dia salah satu kawan-kawannya yang membuat tato ini," ucap Sandi.Setelah penganiayaan itu terjadi, kelima anggota ormas tersebut bersama Ronaldo membawa Jaka ke Rumah Sakit Umum Daerah Vita Insani, namun ditolak karena kondisinya kritis.Para pelaku tersebut kebingungan dan membawa korban ke daerah Parluasan dan akhirnya dibawa ke Rumah Sakit Djasamen Saragih."Jadi pada malam itu, pada saat habis dipukul-pukuli, dibawalah korban ini oleh mereka. Pertama dibawa ke RSUD Vita Insani, namun ditolak karena kondisinya sudah mulai kritis. Nah, sempat lagi dibawa ke daerah Parluasan habis itu dibawa ke RSUD Djasamen Saragih pagi," jelas Sandi.Korban pun dirawat ke ruangan IGD, namun nyawanya tidak tertolong. Jaka meninggal dunia pada tanggal 29 Mei 2026 sekitar pukul 15.00 WIB.Pihak kepolisian melakukan penyelidikan dan mencoba menghubungi keluarga korban. Awalnya pihak keluarga menolak autopsi, namun akhirnya Jaka diautopsi pada hari yang sama dan pada tanggal 30 Mei 2026 korban dikebumikan.Sandi menuturkan, hasil visum luar ditemukan luka-luka memar di bagian kepala dan badan.Saat ini, pihak kepolisian berhasil mengamankan kedua tersangka berinisial FS dan RP. Sedangkan keempat tersangka lainnya dalam pengejaran, termasuk Ronaldo."Yang sudah kita tahan itu FS dan RP. Empat orang lainnya sudah kami tetapkan tersangka," ujar Sandi.