Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Republik Indonesia, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Kota Bogor, Jumat (19/6). Foto: Dok kumparanMenteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Republik Indonesia, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), meninjau langsung progres rehabilitasi dan renovasi Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Kota Bogor, Jumat (19/6).Rehabilitasi dan renovasi MTsN 1 Kota Bogor merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang menjadi salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto. AHY mengatakan, pengerjaan proyek tersebut telah mencapai progres sekitar 95 persen dan ditargetkan rampung pada 21 Juni 2026."Tadi saya mendapatkan penjelasan bahwa progres rehabilitasi dan renovasi madrasah ini sekitar 95 persen, jadi sebentar lagi tuntas," kata AHY di MTsN 1 Kota Bogor, Jumat (19/6).AHY menyebut, MTsN 1 Kota Bogor merupakan salah satu dari 127 madrasah tsanawiyah di Jawa Barat. Total ada 1.397 madrasah tsanawiyah di seluruh Indonesia yang masuk dalam program rehabilitasi dan renovasi pemerintah pusat dengan total anggaran sekitar Rp 4 triliun.Khusus untuk MTsN 1 Kota Bogor, total anggaran rehabilitasi dan renovasi mencapai Rp 5,5 miliar. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp 4 miliar dialokasikan untuk pekerjaan fisik bangunan, sedangkan Rp 1,5 miliar digunakan untuk pengadaan mebel dan sarana penunjang pembelajaran.Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Republik Indonesia, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Kota Bogor, Jumat (19/6). Foto: Dok kumparan"Program ini juga merupakan bagian dari Inpres Nomor 7 Tahun 2025. Secara umum perlu saya sampaikan bahwa ada kurang lebih 1.397 madrasah tsanawiyah di seluruh Indonesia yang masuk program ini. Total anggarannya kurang lebih Rp 4 triliun untuk renovasi, rehabilitasi, dan penguatan infrastruktur," ucapnya.Program Renovasi Madrasah TsanawiyahLebih lanjut, AHY menjelaskan terdapat beberapa tahapan dalam program rehabilitasi dan renovasi madrasah tsanawiyah di seluruh Indonesia.Pada tahap pertama, pemerintah merehabilitasi 548 madrasah melalui skema single-year contract pada 2025 dengan anggaran sekitar Rp 1,3 triliun.Sementara pada tahap kedua, terdapat 13 madrasah di Kalimantan Barat yang dikerjakan melalui skema single-year contract dengan nilai sekitar Rp 60 miliar.Selanjutnya sebanyak 836 madrasah lainnya dikerjakan melalui skema multiyears contract 2025-2026 dengan total anggaran sekitar Rp 2,35 triliun."Ada beberapa tahap yang telah dijalankan. MTsN 1 Kota Bogor termasuk dalam program multiyears contract 2025-2026. Progres rehabilitasi dan renovasinya saat ini telah mencapai sekitar 95 persen. Sementara secara keseluruhan, progres pengerjaan 836 madrasah tsanawiyah dalam skema multiyears contract telah mencapai sekitar 62 persen," jelasnya.AHY menegaskan pembangunan infrastruktur pendidikan menjadi salah satu langkah strategis pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan indeks pembangunan manusia Indonesia.Selain memastikan bangunan sekolah aman dan nyaman, pemerintah juga memperhatikan fasilitas pendukung seperti laboratorium, sarana olahraga, sanitasi, akses air bersih, serta toilet yang layak bagi siswa maupun guru."Kami berharap bangunan dan fasilitas pendidikan, termasuk yang berada di bawah naungan Kementerian Agama, memiliki kondisi yang aman, kokoh, dan layak digunakan untuk proses belajar mengajar," ujarnya.Sebagai informasi, rehabilitasi dan renovasi MTsN 1 Kota Bogor telah dikerjakan sejak 24 November 2025. Pekerjaan tersebut mencakup pembenahan menyeluruh bangunan sekolah, termasuk pembangunan 23 ruang kelas, toilet baru, area lapangan, serta fasilitas pendukung lainnya.Dari total 23 ruang kelas yang dibangun dan direnovasi, sebanyak 11 ruang telah selesai dan digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Sementara itu, 12 ruang lainnya masih dalam tahap penyelesaian akhir (finishing).Seluruh pekerjaan rehabilitasi dan renovasi ditargetkan rampung pada 21 Juni 2026 sehingga seluruh ruang kelas dan fasilitas sekolah dapat dimanfaatkan secara optimal pada tahun ajaran 2026/2027.