Harga Daging Ayam-Telur di Jepang Naik, Usaha F&B Terpaksa Ubah Menu Bento

Wait 5 sec.

Jyu-jyu mix bento dengan sauteed beef & salmon Foto: Dok. IstimewaHarga berbagai bahan makanan termasuk daging ayam dan telur naik di Jepang. Hal ini membuat para pelaku usaha sektor makanan mengubah menu bento.Dikutip dari The Mainichi pada Sabtu (20/6), salah satu perusahaan makanan yang mengubah menu bento adalah Kiyoken Co, yang sejak 1 Juni lalu mengubah sebagian lauk dalam bento Yokohama Fried Rice yang dijual seharga 890 yen (sekitar Rp 98.000) termasuk pajak."Selain bahan makanan, banyak barang lain seperti bahan kemasan juga semakin mahal. Ditambah dampak fluktuasi nilai tukar, kami terus merasakan beban berat dari keseluruhan biaya pengadaan,” kata juru bicara Kiyoken.Bento Kiyoken tersebut awalnya berisi berbagai lauk dalam porsi kecil seperti siomay, rebung rebus, dan lainnya. Namun setelah harga ayam melonjak, Kiyoken mengganti salah satu lauk paling populer, yaitu ayam saus cabai dengan udang saus cabai. Ini merupakan perubahan menu pertama dalam sekitar 20 tahun.Kiyoken sebenarnya sudah menaikkan harga seluruh produk bentonya pada Februari lalu. Namun, untuk menghindari kenaikan harga lebih lanjut, mereka memilih mengganti bahan baku.Kementerian Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan Jepang pada 16 Juni lalu menyatakan harga rata-rata eceran paha ayam pada Juni mencapai 155 yen (sekitar Rp 17.125) per 100 gram atau berada level tertinggi sejak 2003.Ilustrasi daging ayam. Foto: Shutter StockMenteri Pertanian Jepang, Norikazu Suzuki, mengatakan meningkatnya permintaan memang telah mendorong harga ayam impor naik. Ia menambahkan, sebagian pelaku usaha restoran beralih menggunakan ayam produksi dalam negeri yang turut mendorong kenaikan harga di pasar domestik.Peneliti senior di lembaga kajian Sompo Institute Plus Inc, Masato Koike, juga menyebut ada faktor lain yang turut berperan."Situasi terkini di Timur Tengah juga telah mendorong kenaikan biaya pakan dan energi, sehingga memberi tekanan tambahan terhadap harga ayam," ujarnya.Ke depan, Koike memperkirakan permintaan terhadap ayam yang relatif lebih murah akan semakin meningkat karena harga daging sapi dan babi juga masih tinggi."Harga ayam kemungkinan akan tetap stabil atau naik tipis," kata Koike.Tak Cuma Daging Ayam, Harga Telur di Jepang Juga NaikTak hanya daging ayam yang semakin mahal, harga telur di Jepang juga masih bertahan di level tinggi. Kementerian terkait menyebut harga rata-rata satu pak berisi 10 butir telur campuran mencapai 309 yen (sekitar Rp 34.138) atau sama dengan rekor tertinggi yang tercatat pada Mei.Meski demikian, Asosiasi Perunggasan Jepang memperkirakan harga telur akan mulai stabil pada musim panas tahun ini, ketika jumlah ayam petelur yang sempat berkurang akibat pemusnahan selama wabah flu burung kembali pulih ke tingkat normal.