Wapres Gibran Tekankan Penyelesaian Cepat Masalah Petani dan Nelayan di PENAS XVII

Wait 5 sec.

BorneoFlash.com, JAKARTA - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meminta seluruh kementerian dan lembaga terkait segera menindaklanjuti berbagai persoalan yang petani dan nelayan hadapi. Ia menyampaikan arahan tersebut saat membuka Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 di Gorontalo, Sabtu.“Mohon ini nanti Pak Menteri, Wamen, semua yang ada di sini, mohon segera ditindaklanjuti. Tadi ada masalah irigasi, masalah solar, masalah dryer, RMU, dan masalah-masalah lainnya,” ujar Wapres di GOR David Tony, Kabupaten Gorontalo.Wapres menyerap langsung aspirasi perwakilan petani dan nelayan di lapangan sebelum menyampaikan instruksi tersebut. Para peserta melaporkan berbagai kendala, mulai dari perbaikan jaringan irigasi, pendangkalan pelabuhan, hambatan distribusi bahan bakar untuk nelayan, hingga kebutuhan sarana pascapanen seperti mesin pengering (dryer) dan rice milling unit (RMU).Wapres menegaskan pemerintah harus segera menyelesaikan persoalan tata kelola sektor pertanian dan perikanan. Ia menilai petani dan nelayan memegang peran sebagai garda terdepan dalam mewujudkan kemandirian pangan nasional, yang Presiden Prabowo Subianto prioritaskan sebagai salah satu program utama.Ia juga menyoroti tantangan global seperti konflik geopolitik, perang dagang, dan perang tarif yang mendorong Indonesia untuk mengurangi ketergantungan terhadap negara lain. Karena itu, ia menekankan pemerintah perlu memperkuat sektor pangan nasional dengan melindungi lahan pertanian, mempermudah akses benih unggul, memperkuat permodalan, menjamin kepastian pasar, serta melancarkan distribusi pupuk bersubsidi.Pada kesempatan yang sama, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melaporkan capaian positif sektor pangan nasional. Ia menyebut Indonesia mencatat peningkatan produksi pangan tertinggi kedua di dunia pada 2025 setelah Brasil.Mentan juga menyampaikan bahwa stok pangan nasional mencapai 5,2 juta ton, yang mencatat rekor tertinggi sepanjang sejarah Indonesia. Ia menegaskan Indonesia berhasil mencapai target swasembada yang sebelumnya pemerintah perkirakan membutuhkan waktu empat tahun, namun tercapai hanya dalam satu tahun berkat kerja keras petani dan nelayan serta penyederhanaan distribusi pupuk.Sementara itu, Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menyebut PENAS Petani Nelayan XVII diikuti sekitar 13 ribu peserta dari seluruh Indonesia. Ia menilai tingginya partisipasi tersebut mencerminkan komitmen kuat seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga swasembada pangan dan mewujudkan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia. (*)