BorneoFlash.com, JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan komitmen pemerintah menghadirkan akses listrik bagi seluruh masyarakat melalui program bantuan pemasangan sambungan listrik baru.Bahlil menyatakan penyediaan listrik menjadi bukti kehadiran negara bagi masyarakat yang selama ini kesulitan mengakses energi."Seluruh masyarakat harus menikmati akses listrik. Listrik menjadi infrastruktur dasar yang mendukung pendidikan, akses informasi, digitalisasi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat," kata Bahlil, Sabtu.Ia menegaskan listrik tidak hanya menunjang aktivitas rumah tangga, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi keluarga serta memperluas akses pendidikan dan informasi.Bahlil menambahkan negara harus hadir menyediakan penerangan, terutama di wilayah yang belum layak secara komersial untuk pengembangan jaringan listrik karena jumlah pelanggan terbatas dan membutuhkan investasi besar.Bahlil menyampaikan hal tersebut saat menghadiri penyalaan perdana bantuan pemasangan sambungan listrik baru di Dusun Krembeng, Desa Hadimulyo, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Dalam kesempatan itu, ia juga menyerahkan token listrik kepada salah satu penerima bantuan.Pemerintah bersama PT PLN menjalankan Program Listrik Desa (Lisdes) dan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) untuk menghadirkan listrik di daerah yang belum terjangkau jaringan listrik.Program tersebut menyasar masyarakat di wilayah terpencil, terisolasi, dan daerah yang belum menikmati layanan listrik PLN.Hingga 2025, Program Lisdes telah menjangkau 1.403 lokasi di seluruh Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua Selatan. Sementara itu, Program BPBL telah membantu 220.845 rumah tangga kurang mampu, termasuk 19.161 rumah tangga di Jawa Tengah. (*)