Yang Diketahui dari Dugaan Pelecehan Anjing di Kafe Dogs Ministry

Wait 5 sec.

Anjing pudel bernama Sisi milik Dogs Minsitry yang menjadi korban pelecehan di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (16/6/2026). Foto: Ryan Iqbal/kumparanPolisi menyelidiki dugaan penyimpangan seksual yang dilakukan seorang pria terhadap seekor anjing berjenis Pomeranian di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara.Kasus ini ramai dan menuai kemarahan publik usai video CCTV pelecehan hewan itu viral di media sosial.Kanit Reskrim Polsek Metro Penjaringan AKP Sampson Sosa Hutapea mengatakan, pihaknya telah menerima laporan terkait peristiwa itu. Polisi saat ini masih melakukan penyelidikan dan memeriksa sejumlah pihak.“Kita sampaikan bahwa Polsek Metro Penjaringan memang telah menerima laporan terkait masalah kejadian, kita sebut penyimpangan seksual terhadap salah satu objeknya itu hewan. Untuk TKP berada di Dog Ministry wilayah Penjaringan,” kata Sampson kepada wartawan saat jumpa pers di Polsek Penjaringan, Senin (15/6).Terkait kronologi, Sampson menyebut dugaan tindakan tersebut sempat terekam video. Dalam rekaman itu terlihat terduga pelaku melakukan tindakan tidak senonoh terhadap seekor anjing.“Ya memang sempat terlihat, kan ada videonya. Terlihat di video bahwa si pelaku ini datang ke salah satu tempat itu, lalu mengajak salah satu ekor anjing ini, hewan ini, lalu pelaku membuka celana dan mengeluarkan kemaluannya, mohon maaf, lalu memaksa anjing tersebut untuk melakukan sesuatu terhadap kemaluannya. Seperti itu,” ucap dia.Bakal Periksa Kejiwaan PelakuKanit Reskrim Polsek Penjaringan, AKP Sampson Sosa. Foto: Dok. Polsek PenjaringanAKP Sampson Sosa Hutapea mengatakan, pemeriksaan psikis atau kejiwaan terhadap terduga pelaku akan dilakukan apabila dibutuhkan dalam proses penyelidikan.“Dan memang apabila diperlukan, kita akan melakukan pengecekan terhadap psikis atau kejiwaan terhadap si pelaku ini,” kata Sampson kepada wartawan di Polsek Metro Penjaringan, Selasa (16/6).Sampson mengatakan, sejumlah saksi telah diperiksa, termasuk pihak yang melaporkan kejadian. Sementara pria yang diduga sebagai pelaku juga sudah dimintai keterangan, namun hingga kini statusnya masih sebagai saksi.Anjing yang Dilecehkan Milik Dogs MinistrySuasana area cafe Dogs Ministry, Penjaringan, Jakarta Utara pada Selasa (16/6/2026). Foto: Ryan Iqbal/kumparanAnjing pomeranian yang menjadi korban pelecehan seorang pria di sebuah pet cafe bernama Dogs Ministry di Penjaringan, Jakarta Utara bukan milik pelanggan, melainkan milik Dogs Ministry sendiri.Hal itu disampaikan Manajer Operasional Dogs Ministry, Yuliana Monica Petronela untuk mengklarifikasi adanya informasi bahwa anjing tersebut milik pelanggan Dogs Ministry.“Anjing itu adalah milik Dogs Ministry, milik kami. Jadi bukan milik pelanggan lain. Milik owner kami,” kata Monica saat dihubungi kumparan.Dengan demikian, Monica menegaskan tidak ada anjing milik pelanggan yang pernah menjadi korban atau disakiti dalam kejadian tersebut.“Enggak ada anjing milik pelanggan lain yang disakiti gitu di Dogs Ministry. Yang kemarin kebetulan apesnya jadi korban itu adalah milik kami gitu,” ujarnya.Monica menyebutkan, peristiwa tersebut terjadi pada Senin (1/6) oleh seorang pria berinisial OWL (22). Korbannya adalah seekor anjing pomeranian bernama Sissy.“Sissy, itu nama anjingnya,” ucapnya.Awal Mula KejadianSuasana bermain di area lounge Dogs Ministry di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (16/6/2026). Foto: Ryan Iqbal/kumparanMonica mengungkap awal kejadian itu.“Itu terjadi kan pada tanggal 1 Juni 2026. Jadi baru dua minggu lalu ya. Nah, itu ada pengunjung yang kebetulan memang sudah regular datang ke tempat kami, jadi staf-staf juga sudah pada hafal mukanya,” tutur Monica.Monica menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi di area kafe Dogs Ministry. Pelaku berada di area tersebut setelah tak lama dari area lounge.Sebagai gambaran, Dogs Ministry memiliki dua area utama untuk bermain dengan anjing, yaitu lounge dan kafe. Area lounge berada di bagian dalam dog cafe tersebut, sementara itu area kafe berada tepat di belakang kasir. Kedua area ini terpisah dengan menggunakan pintu kaca.“Area lounge itu yang di dalam pintu kaca. Nah, dia masuk ke situ, nggak lama dia keluar ke area kafe,” sebut Monica.Kata Monica, ketika pelaku di area kafe, ia bermain secara intens dengan anjing Sissy hingga memeluknya.Peristiwa tersebut memicu perhatian dari para pegawai di Dogs Cafe. Hingga seketika, pelaku pun didapati mengeluarkan bagian kemaluannya.“Tim laporan ke Mbak Vina sebagai kepala kasir bahwa dia ngeluarin penisnya dan Sissy dipaksa jilat,” tutur Monica.Monica merasa tak habis pikir atas kejadian tersebut karena dilakukan pelaku di tengah keramaian. Pada hari itu, Dogs Ministry sedang ramai pengunjung.Suasana bermain di area lounge Dogs Ministry di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (16/6/2026). Foto: Ryan Iqbal/kumparanMonica pun memastikan peristiwa tersebut dengan memeriksa rekaman kamera CCTV, namun kamera tersebut tak dapat melihat jelas aksi pelaku. Kemudian Monica ke area mezanin di lantai 2 dog cafe tersebut dan dapat melihat secara jelas pelecehan yang dilakukan oleh pelaku.Setelah itu, Monica segera memisahkan anjing Sissy dari pelaku. Lalu pelaku pun dimintai keterangan oleh Monica. Awalnya, pelaku mengelak.Setelah itu, Monica pun membawa pelaku ke Polsek Penjaringan. Ketika dibawa, pelaku tidak membantah maupun melakukan perlawanan.Pelaku Pernah Lakukan Hal SerupaSuasana area cafe Dogs Ministry, Penjaringan, Jakarta Utara pada Selasa (16/6/2026). Foto: Ryan Iqbal/kumparanAksi pelecehan terhadap seekor anjing Pomeranian oleh seorang pria berinisial OWL (22) di cafe bernama Dogs Ministry ternyata bukan yang pertama kali.Monica menjelaskan. para pegawai telah mencurigai sebelum pelecehan itu terjadi. Hal itu karena pada beberapa pekan sebelumnya pelaku telah melakukan tindakan senonoh terhadap anjing lain di Dogs Ministry.“Mungkin satu-dua minggu sebelum kejadian, itu orang tersebut datang untuk main seperti biasa, tapi sempat ditegur oleh staf kami karena dia maksa cium salah satu anjing kita,” ungkap Monica.Kata Monica, anjing yang bersama pelaku pada saat itu terlihat tidak nyaman, sehingga pelaku ditegur. Sebab pelaku memaksa untuk mencium dan memeluk anjing tersebut.“Anjing kita kan enggak nyaman ya, sudah mau dipeluk paksa, mau dicium, lalu disetop sama karyawan kami, ditegur. Ditegurnya kayak kurang lebih ‘Kak, itu anjingnya nggak nyaman, jangan dipaksa’. katanya gitu kan,” jelas Monica.Setelah itu, pelaku datang kembali pada hari kejadian. Kata Monica, setibanya pelaku di Dogs Ministry, para pegawai melakukan pengawasan terhadap pelaku sebab mengingat kejadian sebelumnya.Kata Monica, anjing yang menjadi korban saat kejadian berbeda dengan anjing yang sebelumnya pernah diperlakukan tidak pantas oleh pelaku. Namun, keduanya berjenis kelamin sama.Kondisi Anjing yang DilecehkanAnjing pudel bernama Sisi milik Dogs Minsitry yang menjadi korban pelecehan di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (16/6/2026). Foto: Ryan Iqbal/kumparanAnjing pomeranian bernama Sissy itu mengalami perubahan perilaku setelah menjadi korban pelecehan. Monica mengungkapkan bahwa Sissy langsung menjalani visum usai kejadian tersebut.“Sissy itu pada hari pertama, pada malam pertama itu dia menunjukkan perubahan perilaku kalau dari hasil visumnya,” ungkap Monica.Monica juga menyebut, usai kejadian Sissy jadi pendiam. Hal itu kontras dengan perilaku sebelumnya yang sangat aktif.“Biasanya kan anak itu lari ke sana ke mari, aktif, friendly, manis. Sekarang pas habis kejadian itu jadi kayak lebih pendiam, dia tiduran terus sih jadinya,” ujar Monica.Sementara itu, berat badan anjing Sissy pun menurun signifikan. Ia juga didiagnosa anemia.“Hari ketiga kemudian itu ditimbang juga dia turun 800 gram, yang mana kalau untuk anjing kecil itu banyak banget gitu 800 gram tuh. Dan dia didiagnosa anemia karena dia nggak mau makan kan,” tutur Monica.Anjing pudel bernama Sisi milik Dogs Minsitry yang menjadi korban pelecehan di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (16/6/2026). Foto: Ryan Iqbal/kumparanMonica juga menjelaskan, darah anjing Sissy sempat dicek oleh dokter untuk diperiksa kesehatannya. Hal itu karena Monica khawatir sebab anjing Sissy bukan hewan pertama milik Dogs Ministry yang dilecehkan pelaku.“Kita mau cari tahu apakah ada penyakit di dalam atau nggak, karena kan takutnya ada virus atau bakteri apa yang nggak jelas ya kan. Apalagi mendengar dia (pelaku) nggak gitu sama Sissy doang, sama anjing tetangganya pun begitu, jadi kita juga kan worry kan,” ungkap Monica.“Tiga hari kemudian kita tes darah, hasilnya sih nggak ada penyakit lain,” imbuhnya.Perubahan perilaku tersebut, kata Monica, dikarenakan kepala anjing Sissy dipaksa untuk menjilat kemaluan pelaku saat pelecehan terjadi.“Karena kan ada sempat dipaksa kepalanya kayak dipaksa gitu loh kepalanya,” sebutnya.Monica mengatakan anjing Sissy tidak dipindahkan ke tempat lain agar ia tetap bersama lingkungan yang dikenalinya untuk menyembuhkan traumanya. Namun, ia diletakkan secara terpisah bila situasi di Dogs Ministry sedang ramai.