Ilustrasi penyekapan. Foto: zef art/ShutterstockSeorang wanita berinisial Y diduga menjadi korban penyekapan dan penganiayaan oleh pria yang mengaku sebagai suaminya di sebuah rumah kos di wilayah Cinunuk, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung. Kasus tersebut terungkap setelah kondisi korban memburuk dan harus dilarikan ke rumah sakit. Berikut fakta-faktanya kumparan rangkum.Datang Dipapah, Tak Pernah Keluar KamarKamar kos yang ditempati seorang wanita yang diduga menjadi korban penyekapan dan aniaya oleh pacarnya di Cinunuk, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, Senin (15/6/2026). Foto: Abisatya Ramdhani/kumparanPenjaga kos, Resa (40), mengatakan pasangan tersebut mulai menempati kamar kos pada 9 Maret 2026. Saat pertama kali datang, pria yang dikenal dengan nama Topik itu mengaku sebagai suami korban.Menurut Resa, sejak awal kondisi korban sudah memprihatinkan. Korban disebut datang dalam keadaan tidak mampu berjalan sendiri dan harus dipapah masuk ke kamar oleh pria tersebut."Masuk ke kamar juga sudah dipapah. Saya lihat sama istri di sini, sudah tidak bisa jalan," kata Resa saat ditemui, Senin (15/6).Kecurigaan penghuni dan pengelola kos semakin muncul karena selama sekitar tiga bulan tinggal di lokasi tersebut, korban hampir tidak pernah terlihat keluar kamar."Selama di sini tiga bulan enggak pernah keluar," ujarnya.Resa juga mengaku beberapa kali melihat kamar korban dikunci dari luar ketika pria tersebut pergi bekerja. Kondisi itu membuat penghuni lain sulit berinteraksi dengan korban."Kalau dia keluar suka dikunci dari luar. Kita kalau mau ngasih makanan juga harus ditaruh di depan," katanya.Selain itu, pria tersebut disebut menunjukkan sikap arogan selama tinggal di rumah kos. Bahkan, menurut Resa, pria itu kerap membawa senjata tajam dan membuat penghuni lain merasa takut."Kita sempat menanyakan surat nikah karena memang aturan kos tidak memperbolehkan pasangan tinggal bersama tanpa bukti pernikahan. Tapi lama-lama dia semakin arogan dan sering membawa golok," ujarnya.Tetangga Dengar Suara BenturanIlustrasi pemukulan. Foto: Dicky Adam Sidiq/kumparanResa mengatakan tetangga kamar kos korban sempat memilih pindah karena merasa tidak nyaman. Meski tidak pernah mendengar teriakan dari dalam kamar, sejumlah penghuni mengaku kerap mendengar suara benturan keras dari dalam ruangan tersebut.Kasus ini mulai terungkap ketika korban akhirnya dibawa ke rumah sakit dengan luka serius. Resa mengaku ikut membantu membawa korban ke rumah sakit karena merasa prihatin dengan kondisi perempuan tersebut."Saya sedih melihat kondisinya. Luka-lukanya sudah parah," kata Resa.Korban awalnya dibawa ke Rumah Sakit Ujung Berung sebelum kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.Di rumah sakit, petugas medis disebut membutuhkan keterangan keluarga untuk mengambil tindakan medis karena kondisi korban yang dinilai darurat. Namun, identitas dan hubungan pria yang membawa korban dengan perempuan tersebut masih menjadi pertanyaan.Belakangan, terungkap bahwa pria yang selama ini mengaku sebagai suami korban diduga bukan merupakan suami sah perempuan tersebut.Penjaga Kos DiancamResa, penjaga kos yang ditempati seorang wanita yang diduga menjadi korban penyekapan dan aniaya oleh pacarnya di Cinunuk, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, Senin (15/6/2026). Foto: Abisatya Ramdhani/kumparanAncaman itu terjadi setelah korban menjalani perawatan di rumah sakit akibat luka-luka yang dideritanya. Resa memang ikut menolong korban karena merasa prihatin.Selama mendampingi korban di rumah sakit, Resa mengaku beberapa kali diminta memberikan keterangan kepada petugas medis karena nomor teleponnya tercatat sebagai pihak yang dapat dihubungi.Sementara pria bernama Topik yang selama ini mendampingi korban disebut tidak kooperatif. Dia lebih banyak meluapkan emosinya kepada petugas.Menurutnya, situasi semakin memanas ketika Topik mengajaknya keluar dari area rumah sakit. Saat itu, Resa mengira akan diajak menyelesaikan kesalahpahaman terkait penanganan korban.Namun, sesampainya di luar area rumah sakit, pria tersebut diduga mencoba melakukan tindakan kekerasan terhadap Resa."Dia ngajak ke depan rumah sakit. Pas di sana seperti mau mukul saya," katanya.Merasa terancam, Resa memilih menjauh dan meninggalkan lokasi. Namun persoalan tidak berhenti sampai di situ.Beberapa waktu kemudian, pria tersebut kembali mendatangi rumah kos sambil membawa senjata tajam. Dia mencari keberadaan Resa."Dia nyari ke sini (tempat kos) sambil bawa golok," ujarnya.Resa mengaku mendapat ancaman serius dari pria tersebut. Bahkan, terduga pelaku disebut mengancam akan membunuh dirinya dan istrinya apabila korban meninggal dunia.Ancaman itu membuat keluarga Resa merasa takut. Ia bahkan sempat menghindar dan tinggal sementara di rumah orang tuanya demi keamanan.Polisi SelidikiIlustrasi polisi. Foto: Emi Yunira/ShutterstockHumas Polresta Bandung, Ipda Diny, mengatakan pihaknya masih menyelidiki kasus tersebut."Sedang dicek," kata Diny kepada wartawan, Selasa (16/6).Menurut sumber kumparan di kepolisian, kasus itu tengah ditangani Unit PPA dan PPO Polda Jawa Barat.Kesaksian Ketua RWKamar kos yang ditempati seorang wanita yang diduga menjadi korban penyekapan dan aniaya oleh pacarnya di Cinunuk, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, Senin (15/6/2026). Foto: Abisatya Ramdhani/kumparanKetua RW 01, Pepen, mengatakan sejak awal Y dan T tak pernah melaporkan identitas mereka kepada pengurus lingkungan setempat."Orang tersebut tidak lapor saat pertama datang dan ngekos di sini. Saya juga baru tahu dari Pak RT. Saya tanya ke Pak RT mana surat-suratnya, Pak RT juga nggak tahu," kata Pepen, Selasa (16/6).Ia mengaku mengetahui adanya kasus tersebut setelah mendapat informasi dari aparat kepolisian yang melakukan pengecekan ke lokasi rumah kos tempat pasangan itu tinggal.Menurutnya, saat polisi pertama kali datang, dirinya sempat menanyakan kepada Ketua RT setempat terkait adanya dugaan penggerebekan maupun kejadian yang sedang ditangani aparat.Ketua RW menjelaskan bahwa dirinya dihubungi oleh Bhabinkamtibmas Desa Cinunuk untuk mendampingi petugas kepolisian yang datang melakukan pengecekan lanjutan ke lokasi.Meski mendampingi aparat saat pengecekan, Ketua RW mengaku tidak mengetahui secara detail kronologi dugaan penyekapan maupun penganiayaan yang dialami korban."Saya sebagai pengurus wilayah setempat hanya mendampingi petugas kepolisian. Karena pas ada pengecekan oleh pihak kepolisian saya kurang tahu kronologisnya secara detail," ujarnya.Ketua RW mengungkapkan bahwa Ketua RT setempat sebenarnya sempat meminta identitas dan dokumen penghuni kos tersebut. Namun, permintaan itu tidak pernah dipenuhi."Pak RT juga sempat minta surat-suratnya, tapi tiap diminta dia bilangnya nggak akan lama ngontrak di sini," katanya.Korban Hilang Kontak dengan Keluarga Sejak 2023Ilustrasi Penculikan. Foto: "Peeradon payakpan"/ShutterstockKorban ternyata sudah hilang kontak dengan keluarganya sejak 2023 lalu. Y sejak saat itu tak bisa dihubungi dan tak diketahui keberadaannya.Setelah tiga tahun berlalu, keluarga mendapat kabar bahwa Y dirawat di IGD Rumah Sakit Hasan Sadikin. Y dibawa seorang pria berinisial T lalu ditinggalkan di rumah sakit tersebut.Hal itu terungkap dalam keterangan saudara Y yang tertuang dalam laporan polisi (LP) ke Polda Jawa Barat. Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Hendra Rochmawan membenarkan hal itu."Diduga mendapat perlakuan penganiayaan dari terlapor dengan menggunakan tangan, benda tumpul, dan senjata tajam," kata Hendra kepada wartawan.