BorneoFlash.com, SAMARINDA — Upaya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda meningkatkan efisiensi operasional armada pengangkut sampah mulai menunjukkan hasil. Meski jumlah kendaraan operasional bertambah, konsumsi bahan bakar minyak (BBM) justru mengalami penurunan pada empat bulan pertama tahun 2026.Data DLH mencatat penggunaan BBM armada pengangkut sampah sepanjang Januari hingga April 2026 turun sekitar 8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan tersebut terjadi di tengah bertambahnya jumlah armada dari 61 unit menjadi 71 unit.Efisiensi itu dicapai seiring penerapan sistem pengawasan berbasis teknologi yang mulai diterapkan secara bertahap pada kendaraan operasional. Melalui sistem tersebut, aktivitas armada dapat dipantau lebih rinci sehingga penggunaan bahan bakar menjadi lebih terkontrol.Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLH Samarinda, Muhammad Taufiq Fajar, mengatakan penghematan yang terjadi dihitung berdasarkan jumlah liter BBM yang digunakan, bukan dari nilai pengeluaran dalam rupiah.Menurutnya, metode tersebut dipilih karena harga bahan bakar jenis Dexlite mengalami kenaikan sehingga perbandingan berdasarkan biaya dinilai kurang relevan untuk mengukur tingkat efisiensi.“Kalau dibandingkan tahun lalu, penggunaan BBM sudah bisa kita tekan sekitar 8 persen,” ujarnya, pada Senin (15/6/2026).Dalam pelaksanaannya, DLH memanfaatkan sejumlah perangkat digital yang terintegrasi untuk mengawasi armada secara langsung. Teknologi yang digunakan meliputi GPS tracker guna memonitor pergerakan kendaraan, sensor bahan bakar untuk mencatat konsumsi BBM, serta kartu Radio Frequency Identification (RFID) yang digunakan saat pengisian di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).Melalui sistem tersebut, seluruh aktivitas kendaraan terekam secara otomatis, mulai dari rute perjalanan hingga jumlah bahan bakar yang diisi dan digunakan. Proses pengisian BBM juga dilakukan secara non-tunai menggunakan kartu khusus yang telah terhubung dengan sistem pemantauan.DLH menilai mekanisme ini mampu meminimalkan potensi penyalahgunaan BBM karena setiap transaksi dan pergerakan kendaraan dapat ditelusuri secara detail.“Sekarang semua terpantau, mulai dari pergerakan kendaraan sampai pengisian BBM,” jelas Taufiq.Meski demikian, implementasi teknologi tersebut belum mencakup seluruh armada yang dimiliki. Hingga saat ini perangkat pemantauan baru terpasang pada sekitar 30 unit truk dari total 71 kendaraan operasional.Pemasangan perangkat pada armada lainnya masih dilakukan secara bertahap seiring proses pengembangan sistem yang sedang berjalan.“Baru sekitar 30 truk yang terpasang. Sisanya masih bertahap,” katanya.Untuk mendukung pengembangan pengawasan digital tersebut, DLH bekerja sama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Samarinda serta pihak ketiga. Kolaborasi itu difokuskan pada penyempurnaan sistem dalam jangka pendek hingga nantinya dapat diterapkan pada seluruh armada.Ke depan, digitalisasi pengawasan operasional tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan BBM, tetapi juga memperkuat transparansi dan akuntabilitas pengelolaan armada pengangkut sampah milik pemerintah daerah.“Harapannya, dengan sistem ini penggunaan BBM bisa semakin terkendali,” pungkasnya. (*)