Umat Islam menghadiri Haul Akbar Ulama dan Habaib Betawi di Plaza Selatan Monas, Jakarta, Jumat (19/6/2026). Foto: ANTARA FOTO/Ahmad Naufal OktavianPemprov DKI Jakarta menggelar Haul Akbar Ulama dan Habaib Betawi di Plaza Selatan Monas, Jakarta Pusat, Jumat (20/6), sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-499 Jakarta.Sejumlah tokoh hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin), Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf, hingga Habib Rizieq Shihab.Habib Rizieq Shihab, Habib Syech Bin Abdul Qodir Assegaf, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar dan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat Haul Akbar Ulama dan Habaib Betawi di Plaza Selatan Monas, Jakarta. Foto: Nauval Pratama/kumparanDalam sambutannya, Pramono mengatakan Haul Akbar Ulama dan Habaib Betawi merupakan agenda yang pertama kali diselenggarakan oleh Pemprov DKI Jakarta. Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi tradisi baru dalam peringatan hari jadi Jakarta."Ini adalah acara yang pertama kali. Dan saya sebagai Gubernur Jakarta yang menggagas acara ini, saya berharap dan memohon bahwa acara ini menjadi tradisi baru bagi kita semua untuk bisa berselawatan sambil haul para tokoh-tokoh agama, tokoh masyarakat dari Betawi yang berjasa bagi Jakarta," kata Pramono.Menurut Pramono, haul tersebut merupakan bentuk penghormatan kepada para ulama dan habaib Betawi yang memiliki peran besar dalam perjalanan sejarah Jakarta."Dalam perjalanan sejarah panjang kota ini, para ulama, para habaib Betawi turut berperan penting dalam menjaga harmoni sosial, memperkuat akhlak masyarakat, serta menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan cinta tanah air," ujarnya.Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin saat sambutan dalam Haul Akbar Ulama dan Habaib Betawi di Plaza Selatan Monas, Jakarta, Jumat (19/6). Foto: Nauval Pratama/kumparanFoke Ungkap Gagasan Berasal dari PramonoDalam kesempatan yang sama, Ketua Dewan Adat Majelis Kaum Betawi Fauzi Bowo mengungkapkan ide penyelenggaraan Haul Akbar pertama kali disampaikan Pramono saat menerima hasil Kongres Masyarakat Betawi di Museum Mohammad Husni Thamrin pada Februari lalu."Saya mau cerita sendiri sedikit, yang belum diomongin sama orang banyak. Yang punya gagasan ini adalah murni namanya Pramono Anung," ujar Fauzi Bowo."Bulan Februari yang lalu, di gedung Museum Muhammad Husni Thamrin pada waktu kami menyampaikan hasil kongres masyarakat Betawi, beliau mengutarakan niatnya mau bikin Haul Akbar ini," lanjutnya.Suasana Haul Akbar Ulama dan Habaib Betawi di Plaza Selatan Monas, Jakarta, Jumat (19/6). Foto: Nauval Pratama/kumparanMantan Gubernur DKI Jakarta yang akrab disapa Foke itu mengatakan masyarakat Betawi menyambut baik gagasan tersebut hingga akhirnya dapat direalisasikan bertepatan dengan HUT ke-499 Jakarta.Menurut Foke, haul merupakan tradisi yang telah lama hidup di masyarakat Betawi untuk mengenang wafatnya para ulama, habaib, guru, maupun orang tua yang dihormati."Haul merupakan tradisi khususnya di kalangan Betawi untuk mengenang wafatnya tuan-tuan guru, ulama, orang tua, dan memperingatinya dari tahun ke tahun," kata dia.Foke berharap Haul Akbar dapat menjadi agenda rutin yang digelar setiap tahun oleh Pemprov DKI Jakarta."Oleh karena itu, orang Betawi berharap Haul Akbar ini bisa dijadikan acara tetap. Pak Gubernur, saya menyampaikan pesan ini atas nama seluruh warga Betawi," tuturnya.Umat Islam menghadiri Haul Akbar Ulama dan Habaib Betawi di Plaza Selatan Monas, Jakarta, Jumat (19/6/2026). Foto: ANTARA FOTO/Ahmad Naufal OktavianCak Imin: Teladani Perjuangan UlamaCak Imin mengatakan, haul bukan hanya menjadi sarana mengenang para ulama dan habaib, tetapi juga meneladani perjuangan mereka dalam membangun karakter bangsa."Haul sebagai tradisi menelusuri, meneladani, dan meneruskan perjuangan beliau-beliau para ulama yang sebelum kemerdekaan telah membangun karakter, mental, akhlak, dan tentu saja membangun sumber daya manusia, sehingga tangguh hingga hari ini," kata Cak Imin."Sehingga kita semua sudah memulai membangun jauh sebelum kemerdekaan hingga melahirkan bangsa ini oleh para ulama, para habaib," lanjutnya.