Bolehkah Pakai Skin Care Wajah Buat Bikin Ketiak Cerah dan Mulus?

Wait 5 sec.

Ilustrasi Bulu Ketiak Foto: Dok. ShutterstockToner eksfoliasi, serum niacinamide, hingga vitamin C kini tak hanya digunakan di wajah. Belakangan, semakin banyak orang mencoba mengoleskan produk-produk tersebut ke area ketiak dengan harapan area liputan tersebut bisa tampak lebih cerah dan halus.Tren ini pun memunculkan pertanyaan: apakah skin care wajah memang aman digunakan di area ketiak? Dan benarkah bisa membantu mengatasi ketiak gelap serta tekstur kasar alias chicken skin?Untuk menjawab pertanyaan tersebut, kumparanWOMAN secara khusus mewawancarai dua dokter spesialis kulit. Simak buat tahu detail penjelasannya, ya!Anatomi Ketiak Sama dengan Kulit di Area Tubuh LainIlustrasi Ketiak Gelap Foto: DoucefleurDokter spesialis Dermatologi Venereologi dan Estetika, dr. Danar Wicaksono, Sp.DVE menjelaskan pada dasarnya anatomi kulit di area ketiak sama dengan kulit di area tubuh lainnya, meski cenderung lebih tipis. Maka dari itu, bahan-bahan yang biasa digunakan untuk membantu mencerahkan kulit wajah ternyata aman digunakan di area ketiak."Pada dasarnya anatomi kulit di sekitar ketiak sama dengan kulit di tempat lainnya namun lebih tipis. Sehingga bahan-bahan skin care yang ditujukan mencerahkan kulit bisa juga digunakan di ketiak. Tentunya dengan lebih berhati-hati," ungkap dr. Danar kepada kumparanWOMAN.Senada, dr. Arini Widodo, Sp.DVE juga menegaskan bahwa beberapa bahan aktif skin care wajah memang dapat membantu memperbaiki warna dan kualitas kulit ketiak. "Ya, beberapa bahan aktif yang umum digunakan pada wajah juga dapat membantu memperbaiki warna dan kualitas kulit ketiak," ujar dr. Arini. Namun, dr. Arini mengingatkan bahwa area ini lebih mudah mengalami iritasi karena lembap dan sering mengalami gesekan. Sehingga penggunaan skincare di ketiak perlu dilakukan dengan hati-hati agar tidak memicu iritasi yang justru memperparah masalah kulit. Yang Harus Diperhatikan saat Pakai Skin Care Wajah di KetiakIlustrasi Skincare. Foto: ShutterstockMenurut dr. Danar, ada beberapa bahan aktif pada skincare wajah yang dapat diaplikasikan ke area ketiak. Salah satu produk yang cukup aman digunakan adalah toner eksfoliasi yang mengandung AHA atau BHA. Menurutnya penggunaan produk tersebut pada dasarnya aman diaplikasikan, tetapi harus dilakukan secara bertahap."Mulai dengan satu kali seminggu sambil diamati tanda-tanda alergi atau iritasi seperti gatal dan kemerahan setelah pengolesan. Apabila tidak ada masalah, bisa ditingkatkan frekuensinya secara bertahap," jelasnya.Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin, dr. Arini Widodo, Sp.DVE. Foto: Nabilla Fatiara/kumparanAHA dan BHA terbukti dapat membantu mengangkat sel kulit mati, memperbaiki tekstur, serta membantu mencerahkan kulit yang kusam akibat penumpukan sel kulit mati. Namun, menurut dr. Arini, kandungan ini bukan berarti bebas dari risiko.Risiko yang mungkin timbul yakni iritasi, kemerahan, rasa perih, kulit menjadi lebih sensitif, bahkan hiperpigmentasi pascaperadangan yang justru membuat ketiak semakin gelap."Karena itu, jika ingin mencoba eksfoliasi di area ketiak, mulailah dengan konsentrasi rendah. Gunakan 1–2 kali per minggu terlebih dahulu. Hindari penggunaan setelah mencukur atau waxing dan hentikan bila muncul iritasi," jelas dr. Arini.Selain AHA dan BHA, bahan aktif yang umum digunakan pada wajah namun juga dapat membantu memperbaiki warna dan kualitas kulit ketiak adalah Niacimide. Kandungan ini bisa membantu mengurangi transfer melanin dan memperkuat skin barrier sehingga relatif aman untuk area sensitif.Selain itu ada vitamin C, yang berfungsi sebagai antioksidan dan membantu menghambat pembentukan pigmen. Lalu Azelaic acid, membantu mengatasi hiperpigmentasi sekaligus memiliki efek antiinflamasi dan arbutin yang bisa membantu mengurangi pigmentasi. Terakhir ada retinol dosis rendah yang dapat membantu regenerasi kulit dan memperbaiki tekstur. Namun kandungan ini harus digunakan hati-hati karena berpotensi menyebabkan iritasi."Tapi, perlu dipahami juga bahwa apabila penyebab utama ketiak gelap adalah gesekan kronis, obesitas, resistensi insulin, atau peradangan yang terus berulang, maka penggunaan bahan aktif saja sering kali tidak cukup tanpa mengatasi penyebab utamanya," tegas dr. Arini.Jangan Lupakan Kebiasaan Sehari-hariIlustrasi garam tawas digunakan untuk menghilangkan bau ketiak. Foto: Image Point Fr/ShutterstockSaat berusaha mencerahkan ketiak, banyak orang fokus pada produk yang digunakan, tetapi melupakan kebiasaan sehari-hari yang juga berpengaruh terhadap kondisi kulit.Pakai baju yang terlalu ketat, misalnya. Kebiasaan ini menurut dr. Arini dapat meningkatkan gesekan dan memicu peradangan ringan yang berlangsung terus-menerus. Senada, dr. Danar juga mengatakan bahwa gesekan berulang membuat kulit ketiak menjadi radang hingga kehitaman. Tak cuma itu, menggosok area ketiak terlalu keras saat mandi atau saat mengeringkan badan dengan handuk juga dapat menyebabkan iritasi berulang.Namun, tidak membersihkan sisa deodoran alias malas mandi setelah seharian beraktivitas juga dapat menimbulkan masalah lain. Menurut dr. Arini, kebiasaan tersebut memang tidak secara langsung menyebabkan kulit menghitam. Namun penumpukan sisa deodoran dapat menimbulkan iritasi, menyumbat folikel, atau menyebabkan dermatitis kontak, kondisi tersebut dapat memicu pigmentasi."Karena itu, membersihkan area ketiak secara lembut setiap hari tetap dianjurkan, terutama setelah berkeringat banyak atau menggunakan deodoran seharian," tegas dr. Arini.