Budiman Ceritakan Insiden dalam Diskusi di UGM yang Digeruduk Mahasiswa

Wait 5 sec.

Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan Budiman Sudjatmiko memimpin rapat koordinasi di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Jumat (6/12/2024). Foto: Dhemas Reviyanto/ANTARA FOTOKepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan, Budiman Sudjatmiko menanggapi insiden yang terjadi saat diskusi bersama mahasiswa di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta.Saat itu, sejumlah mahasiswa menggeruduk acara diskusi yang dihadiri Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, dan Budiman Sudjatmiko. Dalam video yang beredar, massa mahasiswa meneriakkan kata "revolusi" hingga menggebrak-gebrak mobil.Budiman mengaku dirinya dalam kondisi aman setelah menghadiri forum yang awalnya dirancang sebagai ruang dialog antara pemerintah dan mahasiswa.Menurut Budiman, sekitar 45 hingga 50 menit pertama acara berlangsung lancar. Ia mengatakan ratusan mahasiswa hadir secara tertib dan siap menyampaikan kritik maupun pertanyaan kepada para narasumber.Dia menjelaskan diskusi dibuka Sudaryono yang menjelaskan kebijakan pemerintah terkait ekspor satu pintu bahan-bahan mineral hingga program pengentasan kemiskinan. Selanjutnya, Nusron menjelaskan kehadiran di UGM adalah untuk berdialog, berdebat, dikritik, dikecam secara langsung oleh para mahasiswa."Dan kebanyakan dari mereka juga para demonstran karena sudah ditanya sebelumnya oleh panitia bahwa mereka para demonstran dan mereka siap menunggu kotak forum tanya jawab," kata Budiman dalam keterangannya, Rabu (17/6)."Dan juga saya menjelaskan, menjawab pertanyaan moderator tentang riwayat saya sebagai demonstran dulu bagaimana, apakah saya anti perbedaan pendapat, apakah saya biasa mengusir orang yang berbeda pendapat," tambahnya.Namun situasi berubah ketika sekelompok massa memasuki ruang diskusi dan meminta para pejabat pemerintah meninggalkan lokasi."Nah, pada saat kami menjelaskan itu semua, tiba-tiba dari arah belakang menyeruak rombongan puluhan orang merangsek membawa toa, poster, spanduk, merangsek ke panggung dan mengepung kami dan meminta kami untuk segera keluar dari ruangan diskusi itu. Kemudian memaki-maki kami, presiden, dan seluruh kabinet sebagai pembohong, saya sebagai pengkhianat reformasi tidak memperhatikan rakyat miskin, segala macam, kira-kira begitu," kata dia.Budiman mengatakan pihaknya semula berharap forum tersebut menjadi ruang bertukar gagasan mengenai berbagai program pemerintah, termasuk upaya pengentasan kemiskinan. Namun dialog tidak dapat dilanjutkan karena situasi semakin tidak kondusif."Padahal yang kami mau sampaikan dalam dialog itu nantinya adalah bagaimana sebenarnya program-program pengentasan kemiskinan dan apa yang kurang, apa yang salah, apa yang keliru," kata eks politikus PDIP itu.Ratusan mahasiswa menggeruduk acara diskusi di Joglo Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) Universitas Gadjah Mada (UGM). Foto: Dok. IstimewaKlaim Ada Kekerasan FisikIa bahkan mengklaim terdapat tindakan kekerasan fisik dalam insiden tersebut."Kami menunggu masukan dari mahasiswa, tapi dialog itu ditutup sampai kemudian ada beberapa tindakan yang secara fisik membahayakan. Ada pukulan juga terhadap Wakil Menteri Pertanian Bapak Sudaryono dan juga ada upaya memukul saya tapi kemudian dihalangi oleh ajudan saya sehingga pukulan itu mengenai kepalanya," katanya."Dan ketika dianggap situasi sudah tidak kondusif, sudah ada lempar-lemparan botol kepada kami, kemudian kami sebenarnya mau bertahan di situ karena kami tidak boleh pergi dari situ kalau bukan pihak panitia dan bukan pihak kampus yang mengusir kami, ya, yang mengusir kami," jelasnya.Meski demikian, Budiman menegaskan dirinya tetap berupaya berdialog dengan sejumlah mahasiswa yang berada di dekatnya. Ia mengaku menjelaskan alasan dirinya masuk ke pemerintahan meskipun dahulu dikenal sebagai aktivis."Beberapa di antara mahasiswa itu yang tepat berdiri depan saya mengatakan, ‘Pak Budiman, saya dulu mengidolakan Anda tapi Anda sekarang mengkhianati rakyat, Anda masuk dalam kekuasaan.’ Saya bilang, ya saya masuk dalam kekuasaan karena saya mau membawa idealisme saya sebagai aktivis dulu. Tidak tabu bahwa aktivis masuk ke kekuasaan dan selagi tidak korupsi nggak ada masalah," ucapnya.Menurut Budiman, dirinya akhirnya dievakuasi petugas keamanan setelah muncul indikasi kekerasan fisik dan situasi semakin tegang. Sementara itu, Nusron Wahid dan Sudaryono sempat mencoba melanjutkan dialog di luar gedung."Tapi tidak terjadi diskusi, ada penghakiman dan mereka diminta mengaku merasa bersalah. Tidak terjadi diskusi karena situasi juga tidak makin kondusif tapi malah makin tegang sehingga Pak Nusron dan Pak Sudaryono, Menteri ATR/BPN dan Bapak Wakil Menteri Pertanian memutuskan nggak bisa diteruskan," katanya.Ratusan mahasiswa menggeruduk acara diskusi di Joglo Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) Universitas Gadjah Mada (UGM). Foto: Dok. Istimewa"Tidak lagi kondusif, memang bukan diskusi yang terjadi, bukan diskusi padahal kami maunya diskusi, maunya berdebat, kami maunya dikritik, kami mau mendengarkan, ya kami mau mendengarkan bukan situasi chaotic dan bukan penggagalan," tambah Budiman.Lebih lanjut, ia berharap insiden tersebut tidak mengurangi ruang dialog antara pemerintah dan mahasiswa. Ia menegaskan pemerintah tetap terbuka terhadap kritik dan masukan."Jadi saya kira ini tidak surut kami pemerintah tetap dalam keadaan apa pun kami harus menjelaskan dan kami harus mendengarkan bukan cuma kami ingin didengarkan kami juga harus mendengarkan dan kami juga bersedia untuk dikritik," pungkasnya.