Warga berkumpul di Lapangan Enqelab, Teheran, Rabu (8/4/2026), menyusul pengumuman gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat. Foto: STR / AFPIran diperkirakan akan memperoleh berbagai insentif ekonomi sebagai bagian dari kesepakatan damai dengan Amerika Serikat (AS). Insentif itu termasuk hak Iran untuk menjual minyak, akses terhadap dana pembangunan senilai USD 300 miliar atau sekitar Rp 5,3 triliun, dan peluang Iran memperoleh kembali aset-aset yang selama ini dibekukan AS.Poin-poin itu terungkap dalam draf final kesepakatan AS dan Iran sebagaimana dikutip dari Bloomberg, Rabu (17/6).Meski garis besar Memorandum of Understanding (MoU) telah beredar selama beberapa hari terakhir, dokumen terbaru itu memberikan gambaran paling lengkap mengenai keuntungan ekonomi yang akan diterima Iran atas kesediaan membuka Selat Hormuz dan komitmen untuk tidak mengembangkan senjata nuklir.AS dan Iran disebut telah menyepakati rancangan perjanjian pada Minggu (14/6) dan dijadwalkan menandatangani dokumen secara resmi pada 19 Juni di Swiss.Kesepakatan itu bakal membuka jalan bagi 60 hari perundingan lanjutan yang bertujuan mengakhiri perang secara permanen, sekaligus menetapkan pembatasan baru yang lebih ketat terhadap program nuklir Iran.Presiden AS Donald Trump menghadiri KTT G7 di Evian-les-Bains, Prancis, Senin (15/6/2026). Foto: Christian Hartmann/REUTERSMeski teks resmi belum dipublikasikan oleh kedua pihak, pemerintah AS mulai mengedarkan dokumen tersebut kepada negara-negara sekutunya dalam pertemuan Kelompok Tujuh (G7) di Prancis.Sumber lain yang mengetahui isi kesepakatan mengatakan rincian teknis masih dibahas. Sehingga sejumlah bahasa dalam dokumen masih dapat berubah sebelum penandatanganan resmi.Berdasarkan isi draf tersebut, Departemen Keuangan AS akan menerbitkan pengecualian sanksi untuk ekspor minyak mentah Iran, produk petrokimia, dan turunannya begitu MoU diteken. “Departemen Keuangan AS akan menerbitkan pengecualian untuk ekspor minyak mentah Iran, produk petrokimia, dan turunannya,” demikian bunyi salah satu bagian dokumen.Kapal-kapal di Selat Hormuz, seperti terlihat dari Musandam, Oman, 14 Juni 2026. Foto: REUTERS/StringerSelain itu, AS akan menghentikan blokade angkatan lautnya dan kedua negara bakal bekerja sama untuk memastikan lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz kembali ke tingkat sebelum perang dalam waktu 30 hari.Draf kesepakatan juga menyebut AS bersama mitra regionalnya akan menyusun rencana rehabilitasi ekonomi Iran dan mendukung pembangunan negara tersebut dengan pembiayaan minimal USD 300 miliar.Namun, dokumen itu tak menjelaskan secara rinci jadwal pencairan aset Iran yang dibekukan. Hanya disebutkan bahwa dana tersebut “akan dilepaskan dan tersedia sepenuhnya” tanpa menyebut tenggat waktu pelaksanaannya.Bendera Iran berkibar di tengah reruntuhan gedung Universitas Teknologi Sharif, yang rusak akibat serangan udara, di tengah konflik AS-Israel dengan Iran, di Teheran, Iran, Selasa (7/4/2026). Foto: Majid Asgaripour/WANA via REUTERS Seorang pejabat AS yang dimintai komentar menolak membahas isi rinci dokumen tersebut. Namun, dia menegaskan Iran hanya akan memperoleh manfaat ekonomi dari kesepakatan jika memenuhi seluruh komitmennya.Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump sebelumnya membantah kabar bahwa Washington akan memberikan dana sebesar USD 300 miliar kepada Iran.