Ilustrasi tabrakan mobil. Foto: ShutterstockMembeli mobil bekas tanpa bantuan jasa inspektor masih kerap dilakukan sebagian konsumen. Namun, ada sejumlah bagian penting yang wajib dicek untuk memastikan kendaraan tidak memiliki riwayat tabrakan.Pemilik Inspector Mobil, Sundoro Edi Pranoto, mengatakan pengecekan mobil bekas tabrakan harus dilakukan secara runut. Pemeriksaan tidak bisa hanya mengandalkan satu titik, melainkan menyeluruh dari bagian luar hingga struktur dalam.“Untuk bagian-bagian itu sebenarnya kan kita ngecek runut ya kalau bekas tabrakan. Yang paling ringan tuh kayak sealer-nya, terutama permukannya itu ada dempul enggak,” ujar Sundoro kepada kumparan, Minggu (14/6/2026).Sundoro Edi Pranoto pemilik Inspector Mobil saat melakukan pengecekan. Foto: Dok. SundoroSelain melihat permukaan panel, calon pembeli juga dapat memulai pemeriksaan dari bagian yang paling mudah dijangkau. Salah satunya dengan mengecek keseragaman celah antar panel bodi seperti kap mesin, pintu, hingga bagasi. Mobil yang pernah mengalami benturan cukup keras umumnya memiliki celah yang tidak simetris antara sisi kanan dan kiri.Pemeriksaan sederhana lainnya dapat dilakukan dengan memperhatikan baut-baut pada kap mesin, fender, maupun pintu. Bila terlihat ada bekas kunci, cat yang terkelupas, atau tanda pembongkaran, kondisi tersebut bisa menjadi indikasi panel pernah dilepas untuk proses perbaikan.Tambahnya, salah satu indikator awal bisa dilihat dari kondisi sealer di panel bodi. Komponen tersebut biasanya akan berubah bila mobil pernah mengalami benturan."Bagian panel tuh ada namanya sealer kayak dodolnya gitu kan itu kalau sudah pernah nabrak pasti rusak. Terus dilihat juga sejauh apa tuh nanti rangkanya, apakah kena sampai rangka, bullhead, apron, atau hanya cup-nya, kalau cup-nya kan berarti ringan, enggak kenceng,” jelasnya.Penyedia jasa inspeksi mobil bekas, Otospector resmi membuka Claim Center pertama di Mangga Dua, Jakarta, Kamis (22/8). Foto: Sena Pratama/kumparanSelain area panel, ruang mesin juga menjadi lokasi penting untuk diperiksa. Pada mobil yang pernah mengalami tabrakan depan, bekas perbaikan biasanya dapat ditemukan di bagian apron, dudukan radiator, hingga bullhead. Bekas las, tarikan rangka, atau bentuk panel yang tidak lagi simetris patut dicurigai sebagai indikasi pernah terjadi benturan.Menurutnya, tingkat kerusakan sangat dipengaruhi oleh kerasnya benturan. Dampaknya bahkan bisa merambat ke bagian lain kendaraan jika tabrakan tergolong berat.“Jadi semakin kencang benturannya semakin jauh efeknya. Bisa nyampe belakang, kalau tabrak depan kan bisa nyampe bagian belakang kayak di apron, sasis, bahkan sampai di bawah rangka kaca ya bisa nyampe situ efeknya juga bisa ke bagian mesin. Dudukannya geser itu harus dilihat semuanya,” katanya.Sundoro Edi Pranoto pemilik Inspector Mobil saat melakukan pengecekan. Foto: Dok. SundoroTidak hanya bagian depan, area bagasi juga sebaiknya diperiksa. Pembeli dapat membuka karpet bagasi dan melihat ruang ban serep untuk memastikan tidak ada bekas las, lipatan pelat, maupun bekas perbaikan struktur akibat benturan dari belakang.Selain struktur, celah antar panel juga menjadi indikator penting yang bisa dilihat secara kasat mata. Ketidaksamaan jarak antar panel umumnya menjadi tanda adanya perbaikan akibat benturan.“Yang paling penting sih celah-celah panel ya. Biasanya kalau bekas nabrak enggak rata, enggak sinkron lebarnya jadi ada jaraknya gitu, tapi bisa dilihat dulu tuh enggak ratanya kenapa bisa juga karena bekas repair,” ujarnya.Meski begitu, ia mengakui saat ini banyak bengkel mampu melakukan perbaikan dengan hasil yang sangat rapi. Hal ini membuat mobil bekas tabrakan semakin sulit dikenali jika hanya dilihat sekilas.“Bisa dibedakan yang bekas tabrak, kan kelihatan permukaannya kasat mata. Biasanya cat itu permukanya ada perbedaan satu kasar ya, bekas cat bagian dalam juga ada garisnya, biasanya kalau bekas tabrak dicat ditutupin pake kardus tuh buat ngegaris manual jadinya bisa dibedain hasilnya,” katanya.Sundoro Edi Pranoto pemilik Inspector Mobil saat melakukan pengecekan. Foto: Dok. SundoroUntuk pemeriksaan lebih detail, biasanya dibutuhkan alat bantu khusus. Peralatan ini membantu mendeteksi perbedaan yang tidak terlihat secara langsung.Kemudian mobil modern, pengecekan sistem keselamatan seperti airbag juga tidak boleh dilewatkan. Sebab, pada beberapa kasus tabrakan berat, airbag yang pernah mengembang tidak selalu diperbaiki sesuai standar pabrikan. Indikasi tersebut dapat diketahui melalui pemeriksaan modul elektronik menggunakan alat pemindai khusus.“Kayak buat ngecek cat pakai pen scanner namanya, atau coating thickness ya, ngecek ketebalannya itu sudah tebal apa belum. Terus repaint-nya tebal apa enggak itu bisa pakai alat itu. Terus juga ada scanner buat ngecek sensor-sensor, modul, ECU,” jelasnya.Sistem Kelistrikan Mesin Mobil Foto: ThinkstockSelain itu, pengecekan juga mencakup komponen pendukung seperti sistem pendingin kabin dan kelistrikan. Hal ini untuk memastikan kondisi mobil tetap optimal secara keseluruhan.“Terus juga ada termometer AC buat ngecek suhu AC-nya, kan kalau dingin enggak dingin enggak bisa ngarang ya harus sesuai ukurannya. Karena biasanya pakai perasaan aja, terus kita juga pakai alat buat ngecek aki sama pengisiannya charging-nya bagus enggak,” tutupnya.