Logo Jeep Wrangler (JL). Foto: Syahrul Ghiffari/kumparanProdusen otomotif FCA US (Fiat Chrysler Automobiles) mengumumkan recall besar-besaran di Amerika Serikat. Model yang terdampak mencakup Jeep Wrangler dan Jeep Gladiator tahun produksi 2021 hingga 2025.Berdasarkan data dari National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA), total kendaraan yang terdampak mencapai 1.076.999 unit. Angka ini menjadikannya salah satu recall terbesar Jeep dalam beberapa tahun terakhir.Masalah yang ditemukan berkaitan dengan potensi gangguan pada sambungan kelistrikan di sistem pompa electric hydraulic power steering. Dalam kondisi tertentu, komponen tersebut bisa mengalami panas berlebih hingga berisiko memicu kebakaran.Yang menjadi perhatian, potensi kebakaran ini tidak hanya terjadi saat kendaraan digunakan. NHTSA menyebutkan risiko juga bisa muncul ketika mobil dalam kondisi mati atau sedang terparkir.Jeep Rubicon Gladiator di GJAW 2025. Foto: Fitra Andrianto/kumparanInvestigasi yang dilakukan otoritas tersebut mencatat setidaknya 51 kasus kebakaran yang diduga berkaitan dengan masalah ini. Bahkan, terdapat satu laporan cedera yang turut dikaitkan dengan insiden tersebut.Sebagai langkah pencegahan, pemilik kendaraan di Amerika Serikat diminta untuk memarkir mobil di area terbuka dan menjauhkannya dari bangunan. Imbauan ini diberikan sampai solusi perbaikan resmi tersedia dari pabrikan.Bagaimana unit Jeep di Indonesia?Adapun aktivitas penjualan maupun purnajual Jeep di Indonesia dipegang Indomobil Group, melalui Indomobil National Distributor yang juga menaungi brand di bawah Stellantis. Kepada kumparan, CEO PT Indomobil National Distributor, Tan Kim Piauw, menyatakan Jeep Indonesia masih menunggu laporan dari pusat. Sebab laporan NHTSA baru dikeluarkan dalam beberapa hari kemarin.“Pertama memang kami lagi menunggu informasi resmi dari prinsipal kami. Jadi sampai hari ini memang kami masih menunggu, mudah-mudahan beberapa minggu ke depan atau beberapa hari ke depan,” ujarnya kepada kumparan, Jumat (12/6/2026).CEO Indomobil National Distributor, Tan Kim Piauw saat mengunjungi kumparan, Selasa (12/22). Foto: Syawal/kumparanIa menambahkan, keputusan terkait unit di Indonesia baru akan diambil setelah ada kepastian resmi. Bila memang terdampak, perusahaan akan segera menghubungi konsumen untuk langkah perbaikan.“Jadi nanti kalau sudah ada informasi resmi, apakah mobil yang di Indonesia ini juga terdampak, ya tentu kita akan menghubungi kustomer untuk melakukan perbaikan atau replace kalau ada komponen yang harus diganti,” jelasnya.Terkait langkah antisipasi bagi konsumen di Tanah Air, pihaknya belum dapat memberikan arahan spesifik. Hal ini untuk menghindari kesalahan persepsi sebelum ada panduan resmi dari prinsipal.Jeep Wrangler PHEV Foto: dok. Autoindustriya“Ya sampai saat ini kami belum dapat guidance resmi dari prinsipal ya. Jadi kita masih wait and see. Kita terus melakukan komunikasi dengan prinsipal ya. Mudah-mudahan segera ada satu guidance dari mereka,” katanya.Sebagai langkah lanjutan, FCA menyatakan akan mulai mengirimkan surat pemberitahuan kepada pemilik kendaraan terdampak pada Juli mendatang. Sementara itu, solusi perbaikan masih dalam tahap pengembangan oleh pabrikan.