Motor listrik Yadea E8 Pro tampil di IIMS 2023. Foto: Sena Pratama/kumparanPasar motor listrik bekas mulai menunjukkan geliat seiring bertambahnya populasinya di Indonesia. Sejumlah unit kini mulai membanjiri bursa motor bekas dengan beragam kondisi, mulai dari unit berkilometer rendah hingga motor yang telah digunakan selama lebih dari setahun.Penggawa Dablong.EV, Adi, mengatakan mayoritas motor listrik bekas yang masuk ke tempat usahanya berasal dari konsumen yang ingin berganti kendaraan. Selain itu, ada pula unit hasil lelang maupun pemilik yang memutuskan menjual motornya karena alasan tertentu.“Pertama, kebanyakan kalau yang jual ke saya kan memang yang ganti unit. Kadang ada yang di tarikan lelang juga jadi campur dapat unitnya,” kata Adi kepada kumparan, Selasa (9/6/2026).Menurut dia, fenomena konsumen yang membeli motor listrik hanya karena penasaran lalu menjualnya kembali memang ada. Namun jumlahnya relatif kecil dibandingkan alasan lain yang lebih dominan.Motor listrik yang dijual di Dablong.EV. Foto: Dablong.EV"Ada juga yang kilometernya masih rendah, berarti orang cuma penasaran pakai motor listrik lalu dijual lagi. Tapi enggak banyak," ujarnya.Adi menuturkan, alasan ekonomi justru menjadi faktor yang paling sering ditemui di lapangan. Banyak pemilik memilih melepas motor listrik mereka karena membutuhkan dana cepat.“Tapi keseringan dijual ke saya karena butuh uang jadi dijual motor listriknya. Atau ada juga biasanya karena sudah pakai setahun baterainya berkurang jadi dijual lagi,” jelasnya.Selain faktor ekonomi, kondisi baterai yang mulai mengalami penurunan performa juga menjadi salah satu alasan konsumen menjual kendaraan mereka. Fenomena ini banyak ditemui pada motor listrik yang masih menggunakan baterai jenis Sealed Lead Acid (SLA).Motor listrik yang dijual di Dablong.EV. Foto: Dablong.EV"Contohnya banyak yang pakai Yadea karena baterainya SLA. Biasanya setelah setahun mulai dijual. Soalnya kapasitas baterainya sudah turun sekitar 30 persen, jadi kondisinya tinggal 70 persen," katanya.Penurunan kondisi baterai tersebut turut memengaruhi harga jual motor listrik bekas. Selisihnya bahkan bisa mencapai lebih dari separuh harga saat unit masih baru.Deretan motor listrik Yadea tampil di IIMS 2023. Foto: Sena Pratama/kumparanMenurut Adi, motor listrik yang saat baru dijual dengan harga sekitar Rp 14 jutaan setelah mendapat subsidi, umumnya hanya dihargai Rp 5 juta hingga Rp 6 juta ketika kondisi baterainya sudah menurun."Harga baru dulu sekitar Rp 14 jutaan setelah subsidi. Kalau dijual ke kami biasanya Rp 5 juta sampai Rp 6 juta kalau baterainya sudah jelek. Kalau baterainya pernah diganti atau masih dalam kondisi lebih baik, biasanya bisa Rp 6 juta sampai Rp 6,5 juta," ungkapnya.Sebelum kembali dipasarkan kepada konsumen, unit-unit tersebut umumnya akan menjalani perbaikan terlebih dahulu. Khusus motor listrik yang masih menggunakan baterai SLA, penggantian baterai menjadi salah satu langkah yang kerap dilakukan agar kendaraan kembali optimal saat dijual."Tapi sebelum saya jual lagi biasanya baterainya saya ganti baru kalau yang masih pakai SLA," pungkas Adi.