Seorang anak laki-laki menyapu puing-puing bangunan yang hancur akibat serangan Israel di kamp pengungsi Palestina Maghazi, Jalur Gaza tengah, Jumat (12/6/2026). Foto: Eyad BABA / AFPKamp Pengungsi Al-Maghazi di Jalur Gaza, Palestina bagian tengah, porak-poranda setelah serangan udara Israel menghantam kawasan tersebut pada Jumat (12/6) dini hari.Rekaman video AFPTV di lokasi memperlihatkan bangunan yang runtuh, tumpukan beton berserakan, serta warga yang berusaha menyelamatkan barang-barang yang masih bisa digunakan dari reruntuhan rumah mereka.Seorang warga mengatakan sedikitnya 15 bangunan hancur akibat serangan tersebut."Lebih dari 15 bangunan hancur total," ujarnya saat meninjau lokasi kerusakan.Hingga kini belum ada keterangan resmi mengenai jumlah korban dalam serangan tersebut. Namun, warga menyebut sebagian besar bangunan yang terdampak merupakan rumah tinggal di kawasan padat penduduk kamp pengungsi.Anak-anak Palestina mengantre makanan hangat yang dibagikan oleh dapur amal di kamp Nuseirat untuk pengungsi Palestina di Jalur Gaza Tengah, Jumaytt (12/6/2026). Foto: Eyad BABA / AFPSelain menghadapi kerusakan akibat perang, warga pengungsi di Gaza kini juga mengalami krisis air bersih di tengah gelombang panas."Tidak ada pasokan air di rumah. Kami tidak bisa memasak dan tidak bisa makan. Hidup kami menjadi sangat sulit," kata Umm Amer Haboush, seorang warga yang mengungsi.Warga Gaza dilaporkan harus mengantre di sekitar truk distribusi air dengan membawa jeriken dan botol plastik untuk mendapatkan air bersih. Kerusakan infrastruktur akibat perang membuat pasokan air semakin terbatas, sementara suhu udara di Gaza dalam beberapa hari terakhir mencapai sekitar 30 hingga 35 derajat Celsius.Perang di Gaza yang berlangsung sejak Oktober 2023 telah menghancurkan sebagian besar infrastruktur sipil dan memperburuk krisis kemanusiaan bagi jutaan warga yang hidup di wilayah tersebut.