PDIP Tegaskan Setyo Sularso yang Disebut Pemilik Fortuner Tiyo Bukan Kader

Wait 5 sec.

Ilustrasi PDIP Foto: Fitra Andrianto/kumparanAliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Bersatu menuding PDIP menunggangi aksi-aksi penolakan MBG yang dipimpin oleh eks Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto. Dugaan itu muncul sebab Mobil Fortuner yang digunakan Tiyo diduga terdaftar atas nama Siti Nuraeni, adik Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso, yang merupakan besan Jenderal TNI (Purn) Andhika Perkasa, tokoh tim pemenangan Ganjar Pranowo pada Pilpres 2024.Atas tuduhan tersebut, Jubir PDIP, Guntur Romli, menegaskan bahwa Siti Nuraeni dan Setyo Sularso bukanlah kader PDIP. Mereka juga bukan bagian dari timses Ganjar."Ibu Siti Nuraeni bukan Timses. Pak Setyo Sularso juga bukan," ucap Guntur, Selasa (16/6)."Pak Setyo, Bu Siti juga bukan orang PDI Perjuangan," tambahnya.Juru Bicara PDI-Perjuangan Mohamad Guntur Romli. Foto: Instagram/@gunromliGuntur menegaskan PDIP tidak terkait dengan aksi-aksi mahasiswa. Ia pun menilai temuan BEM Bersatu tersebut hanyalah sebuah 'cocokologi'."Itu hanya 'cocokologi', mobil yang dipakai Tiyo adalah pinjaman dari seseorang, dan seseorang itu adik dari seseorang yang besannya dari orang yang dulunya timses di pilpres, padahal pilpres sudah selesai," ucapnya."Adik kakak juga belum tentu pilihan politiknya sama. Besanan juga belum tentu sama politiknya. Dipaksakan dengan cocokologi. Kritik terhadap MBG itu datang dari hampir semua lapisan masyarakat. Yang sekarang terbukti dgn ditangkapnya 3 eks pimpinan BGN atas tuduhan korupsi. Apa BEM Bersatu itu mau bela koruptor MBG?," tandasnya.Kata BEM BersatuAliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Bersatu menduga terdapat keterlibatan aktor politik praktis di balik aksi mahasiswa yang menolak Program Makan Bergizi Gratis (MBG).Dugaan tersebut salah satunya didasarkan pada kedekatan pimpinan aksi, Tiyo Ardianto, dengan sejumlah tokoh yang memiliki keterkaitan dengan PDI Perjuangan dan tim pemenangan Ganjar Pranowo pada Pilpres 2024.BEM Fakultas Bersatu menggelar jumpa pers mengenai gerakan mahasiswa beberapa waktu terakhir di Komunitas Utan Kayu, Jakarta, Selasa (16/6/2026). Foto: Jeni Ritanti/kumparanJuru Bicara BEM Bersatu, Rahmat Djimbula, mengatakan pihaknya menemukan sejumlah indikasi yang menurut mereka patut dicermati publik."Kedua, kami melihat indikasi kuat keterlibatan aktor politik praktis dalam gerakan ini. Salah satu pimpinan aksi, Tiyo Ardianto, diduga memiliki kedekatan dengan jaringan politik tertentu," kata Rahmat dalam jumpa pers, Selasa (16/6)."Mobil Fortuner yang digunakannya diduga terdaftar atas nama Siti Nuraeni, adik Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso, yang merupakan besan Jenderal TNI (Purn) Andhika Perkasa, tokoh tim pemenangan Ganjar Pranowo pada Pilpres 2024. Dugaan ini diperkuat kehadiran politisi PDI Perjuangan, Andi Widjajanto, di tengah massa aksi," sambungnya.Eks Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM UGM), Tiyo Ardianto. Foto: instagram @tiyoardianto_Menurut Rahmat, indikasi keterkaitan tersebut juga terlihat dari agenda yang akan dihadiri Tiyo Ardianto bersama sejumlah tokoh yang selama ini dikenal kritis terhadap pemerintah."Keterkaitan tersebut juga diperkuat oleh kehadiran Tiyo Ardianto dalam Dialog Nasional Kebangsaan yang akan dilaksanakan di Bandung pada tanggal (18 Juni 2026) mendatang, bersama dengan sejumlah tokoh seperti Said Didu, Roy Suryo, Refly Harun, dan dr. Tifa. Dalam forum yang sama, Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso juga tercatat hadir, menunjukkan adanya jejaring yang patut dicermati," ujar Rahmat.