Purbaya Sebut Kemenkeu Kini Lebih Lincah: Pajak-Bea Cukai Tak Lagi Jalan Sendiri

Wait 5 sec.

Menteri Keuangan Indonesia Purbaya Yudhi Sadewa menghadiri konferensi pers bulanan mengenai anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) di Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (5/6/2026). Foto: Yasuyoshi Chiba/AFPMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengeklaim Kementerian Keuangan (Kemenkeu) kini telah menjadi organisasi yang lebih lincah (agile) dibanding beberapa tahun lalu.Purbaya mengakui budaya kerja di lingkungan Kemenkeu sebelumnya masih diwarnai oleh banyaknya silo atau sekat antar-direktorat jenderal yang membuat kolaborasi tidak berjalan optimal."Apakah Kementerian Keuangan agile? Mungkin kalau Anda tanya dua tahun lalu, tidak," kata Purbaya, saat rapat pengambilan keputusan di DPR, Jakarta, Senin (15/6).Menurut dia, reformasi internal yang kini dijalankan difokuskan untuk menghilangkan sekat-sekat tersebut agar koordinasi antarunit menjadi lebih cepat dan efisien."Jadi dulu, kan, banyak silo-silo, sekarang kita buka silo-silo itu agar direktorat bekerja lebih cepat," ujarnya.Salah satu contoh yang disorot Purbaya adalah hubungan antara Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang sebelumnya dinilai tidak berjalan optimal.Ilustrasi Gedung Kementerian Keuangan RI. Foto: Wulandari Wulandari/Shutterstock"Misalnya dulu pajak dan bea cukai itu susah banget kerja samanya. Sekarang sudah bisa dibereskan. Jadi kita dorong itu supaya kerja samanya bagus," katanya.Purbaya juga menyinggung persoalan mobilitas pegawai antarunit yang sebelumnya cukup rumit karena masing-masing direktorat memiliki budaya kerja dan kepentingan sendiri."Ada kasus perpindahan antar pegawai dari dirjen anggaran ke pajak, susah banget, karena masing-masing punya sendiri silo-silo. Padahal satu tempat lebih banyak kebanyakan orang," katanya.Menurutnya, Kemenkeu mestinya dipandang sebagai satu kesatuan organisasi yang bekerja untuk tujuan yang sama, bukan kumpulan unit yang berjalan sendiri-sendiri."Supaya yang lain bisa lebih sinergi dalam pengertian. Keuangan, kan, satu sebetulnya. Nggak perlu ada ego. Satu kedirjenan gitu. Nanti kita bereskan," sebut ia."Kalau sekarang saya pikir sudah agile, walaupun ada silo-silo, kita kurangi silo semaksimal mungkin. Jadi sudah tidak seperti dulu lagi," lanjut Purbaya.