Ilustrasi corong breastpump. Foto: Shutter StockMemilih pompa ASI bukan hanya soal merek atau fitur, tetapi juga ukuran corong yang digunakan. Ya Moms, pasalnya corong yang terlalu kecil atau terlalu besar bisa membuat proses pumping terasa tidak nyaman dan ASI yang keluar menjadi kurang maksimal.Tapi tenang, Moms, berikut beberapa cara mudah untuk mengukur puting ibu agar tidak salah pilih corong ASI.Cara Mengukur Ukuran PutingIlustrasi nipple shield untuk ibu menyusui. Foto: ArtShotPhoto/ShutterstockDikutip dari Kementerian Kesehatan RI, pertama-tama ukurlah diameter dasar puting, bukan areola, Moms. Anda bisa menggunakan penggaris atau nipple ruler dan melakukan pengukuran dalam satuan milimeter (mm).Pengukuran sebaiknya dilakukan setelah menyusui atau pumping karena bentuk puting biasanya terlihat lebih jelas.Fakta menariknya, ukuran puting setiap ibu berbeda-beda. Bahkan, ukuran puting pada payudara kanan dan kiri bisa tidak sama.Oleh karena itu, penggunaan corong yang pas menjadi salah satu faktor penting agar proses pumping lebih nyaman dan efektif.Cara Menentukan Ukuran CorongSetelah mengetahui diameter puting, pilih corong yang sedikit lebih besar dari ukuran puting.Umumnya diperlukan tambahan sekitar 2–4 mm dari hasil pengukuran.Sebagai contoh:Diameter puting 15 mm pilih corong 17–19 mmDiameter puting 17 mm pilih corong 19–21 mmDiameter puting 20 mm pilih corong 22–24 mmKenali Tanda Ukuran Corong Tidak SesuaiCorong yang terlalu kecil maupun terlalu besar sama-sama dapat mengganggu proses pengeluaran ASI.Jika corong terlalu kecil, puting bisa bergesekan dengan dinding corong, terasa nyeri saat pumping, dan aliran ASI menjadi kurang optimal. Menurut Kemenkes, kondisi ini juga dapat menghambat pengosongan payudara.Sebaliknya, jika corong terlalu besar, terlalu banyak areola akan ikut tertarik masuk ke dalam corong. Gesekan yang terjadi bisa lebih besar dan pengosongan payudara menjadi kurang efektif.Tanda Corong yang Sudah PasIlustrasi corong breastpump. Foto: Shutter StockCorong pompa ASI yang sesuai biasanya ditandai dengan:Puting bergerak bebas di dalam corong.Tidak terasa nyeri saat pumping.Hanya sedikit areola yang masuk ke dalam corong.ASI mengalir lancar dan payudara terasa lebih kosong setelah memompa.