Inovasi Kesehatan dan Pencegahan Narkoba Balikpapan Tuai Apresiasi TP PKK Kaltim

Wait 5 sec.

BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Berbagai inovasi kesehatan yang dikembangkan Kota Balikpapan mendapat apresiasi dari Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), saat melakukan verifikasi lapangan lomba tingkat provinsi tahun 2026.Salah satu yang menjadi perhatian tim verifikasi adalah keberhasilan Balikpapan mengintegrasikan program kesehatan masyarakat melalui inovasi Sehat Sebrataan serta upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.Ketua Pokja IV TP PKK Provinsi Kalimantan Timur, Fit Nawati, mengatakan bahwa penilaian lomba bukan sekadar mencari pemenang, melainkan melihat sejauh mana program PKK mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat."Kami tidak hanya melakukan penilaian, tetapi juga pembinaan kepada masyarakat. Terutama bagaimana mengubah perilaku masyarakat agar menerapkan pola hidup bersih dan sehat sehingga kualitas kesehatannya semakin meningkat," ujarnya saat melakukan verifikasi lapangan di Kota Balikpapan, pada Minggu (14/6/2026).Menurut Fit Nawati, pada kategori Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta Lingkungan Bersih dan Sehat (LBS), Balikpapan menunjukkan sejumlah inovasi yang menjadi nilai tambah dibanding daerah lain.Dari sepuluh indikator PHBS yang dinilai, terdapat dua inovasi yang mendapat perhatian khusus dari tim verifikasi. Pertama adalah program peningkatan kesehatan gigi masyarakat, dan kedua adalah inovasi pencegahan penyalahgunaan narkotika sejak usia dini. lihat foto TP PKK Kaltim saat melakukan verifikasi lapangan di kecamatan Balikpapan selatan, pada Minggu (14/6/2026). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri"Kami melihat Balikpapan memiliki inovasi terkait kesehatan gigi dan upaya pencegahan napza. Ini sangat penting karena saat ini kasus penyalahgunaan narkotika masih menjadi tantangan besar. Balikpapan sudah memiliki langkah bagaimana menyebarluaskan informasi kepada generasi muda agar tidak terlibat narkotika," katanya.Selain itu, tim verifikasi juga meninjau berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat yang mendukung peningkatan kesehatan keluarga, seperti pemanfaatan pekarangan untuk menanam sayuran dan buah-buahan, budidaya ikan, serta pengembangan lingkungan sehat berbasis masyarakat.Menurutnya, berbagai kegiatan tersebut tidak hanya mempercantik lingkungan, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan gizi keluarga dan percepatan penurunan angka stunting."Kami melihat masyarakat sudah berperan aktif menanam sayuran, buah-buahan, dan mengembangkan kolam ikan. Ini sangat baik karena mendukung pemenuhan gizi keluarga sekaligus menjadi bagian dari upaya percepatan penurunan stunting," ujarnya.Fit Nawati menambahkan, salah satu keunggulan Kota Balikpapan adalah keberhasilan membangun kolaborasi lintas sektor dalam menjalankan program kesehatan masyarakat.Melalui inovasi Sehat Sebrataan, berbagai layanan kesehatan yang sebelumnya berjalan terpisah kini terintegrasi hingga tingkat Posyandu melalui konsep Integrasi Layanan Primer yang sejalan dengan program Kementerian Kesehatan.Menurutnya, keberhasilan program tersebut tidak lepas dari dukungan pemerintah daerah, tenaga kesehatan, organisasi profesi, serta berbagai pihak yang terlibat secara aktif dalam pembinaan masyarakat."Yang membuat kami sangat mengapresiasi adalah kolaborasinya. Tidak hanya pemerintah dan PKK, tetapi juga organisasi profesi seperti Ikatan Dokter Indonesia atau IDI, Persatuan Dokter Gigi Indonesia atau PDGI, Ikatan Bidan Indonesia atau IBI, Ikatan Istri Dokter Indonesia, dan berbagai pihak lainnya ikut berkontribusi," jelasnya. lihat foto TP PKK Provinsi Kaltim saat melakukan kunjungan di Kecamatan Balikpapan Selatan, pada Minggu (14/6/2026). Foto: BorneoFlash/Niken SulastriKolaborasi tersebut dinilai menjadi modal penting dalam mewujudkan masyarakat yang sehat dan mandiri, sekaligus memperkuat pelaksanaan program-program PKK di bidang kesehatan.Melalui berbagai inovasi yang dikembangkan, Kota Balikpapan dinilai tidak hanya fokus pada pemenuhan indikator lomba, tetapi juga berhasil membangun gerakan kesehatan berbasis masyarakat yang berkelanjutan."Yang paling penting adalah bagaimana masyarakat mampu mengatasi persoalan kesehatannya sendiri. Ketika masyarakat sudah sadar dan terlibat aktif, maka tujuan pembangunan kesehatan akan lebih mudah tercapai," tutup Fit Nawati. (*)