Warga melintas di depan layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (3/6/2026). Foto: Sulthony Hasanuddin/ANTARA FOTO Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan masih melanjutkan penguatan pada perdagangan Senin (22/6), setelah berhasil mencatat kenaikan pada akhir pekan lalu. Sejumlah analis menilai sentimen teknikal yang positif serta antisipasi pasar terhadap keputusan MSCI menjadi faktor utama yang akan mempengaruhi arah pergerakan indeks.Berdasarkan riset MNC Sekuritas, IHSG menguat 0,08 persen ke level 6.177 pada perdagangan Jumat (19/6). Penguatan tersebut disertai munculnya volume pembelian, sementara secara mingguan indeks naik 2,82 persen dan masih didominasi aksi beli meski volumenya mulai mengecil.MNC Sekuritas memperkirakan tren penguatan masih berlanjut dalam jangka pendek.“Saat ini, posisi IHSG diperkirakan masih berada pada bagian dari wave [iv] dari wave 3 dari wave (C). Hal tersebut berarti, IHSG masih berpeluang menguat untuk menguji 6,328-6,545, namun demikian cermati area koreksi terdekat pada rentang 6,127-6,161,” tulis MNC Sekuritas dalam risetnya.MNC Sekuritas memproyeksi area support IHSG di level 5.784 dan 5.594, sedangkan resistance berada pada 6.286 dan 6.459.Warga mengamati layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (3/6/2026). Foto: Sulthony Hasanuddin/ANTARA FOTO MNC Sekuritas memberikan rekomendasi buy on weakness untuk saham Bukit Uluwatu Villa (BUVA), Emas Antam Indonesia (EMAS), dan Surya Esa Perkasa (ESSA), serta trading buy pada Gudang Garam (GGRM).Senada, Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia Nafan Aji Gusta juga memproyeksikan IHSG bergerak menguat pada perdagangan Senin (22/6). Menurutnya, secara teknikal indeks berhasil membentuk pola bullish doji star candle di atas rata-rata pergerakan 20 hari (MA20).“Pergerakan IHSG diproyeksikan menguat setelah berhasil membentuk pola bullish doji star candle di atas MA20. Di sisi lain, indikator Stochastics K_D dan RSI masih menunjukkan sinyal positif, didukung kenaikan volume,” ujar Nafan dalam risetnya.Nafan memperkirakan IHSG bergerak dengan level support di 6.058 dan 5.917, serta resistance pada 6.287 dan 6.516, pada perdagangan hari ini.Selain faktor teknikal, pasar juga mencermati implementasi hasil rebalancing indeks FTSE Russell yang mulai efektif hari ini. Investor diperkirakan akan melakukan penyesuaian portofolio mengikuti perubahan komposisi indeks global tersebut.Meski demikian, Nafan menilai dampak rebalancing FTSE Russell terhadap pasar domestik kemungkinan tidak sebesar yang terjadi pada awal bulan lalu. Pasalnya, sebagian besar sentimen tersebut telah tercermin dalam harga saham.Perhatian investor juga tertuju pada pengumuman MSCI Annual Market Classification Review yang dijadwalkan pada 24 Juni 2026 waktu Indonesia. Keputusan MSCI dinilai berpotensi menjadi sentimen paling penting bagi pergerakan IHSG sepanjang pekan ini.Ilustrasi bank investasi asal AS, Morgan Stanley. Foto: Ken Wolter/ShutterstockPasar saat ini menunggu kejelasan terkait status freeze Indonesia dalam indeks MSCI setelah lembaga tersebut sebelumnya menyoroti isu transparansi free float dan indikasi coordinated trading behavior dalam laporan Global Market Accessibility Review.Menurut Nafan, apabila MSCI mempertahankan status Indonesia sebagai Emerging Market tanpa sinyal penurunan ke Frontier Market, reaksi pasar cenderung terbatas karena skenario tersebut sudah diperhitungkan investor. Namun, jika terdapat sinyal positif terkait peluang pencabutan freeze di masa mendatang, maka berpotensi mendorong masuknya kembali aliran dana asing ke pasar saham domestik.Dari sisi global, meredanya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran juga menjadi sentimen positif. Perkembangan dialog kedua negara, termasuk terkait pembukaan kembali Selat Hormuz, dinilai dapat mengurangi risiko lonjakan harga energi dan inflasi global.Untuk strategi investasi, Nafan merekomendasikan investor melakukan akumulasi pada saham-saham berfundamental kuat, bervaluasi murah, serta emiten yang mulai menunjukkan sinyal pembalikan tren. Saham yang direkomendasikan Mirae Asset pada perdagangan hari ini yakni Bank Central Asia (BBCA), Bank Mandiri (BMRI), dan Rukun Raharja (RAJA).**********Disclaimer: Keputusan investasi sepenuhnya didasarkan pada pertimbangan dan keputusan pembaca. Berita ini bukan merupakan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual suatu produk investasi tertentu.