Ilustrasi kekerasan pada anak. Foto: ShutterstockSeorang anak perempuan berinisial A (9) diduga dianiaya ibu tiri dan ayah kandungnya di Kecamatan Batu Aji, Batam. Gadis kecil itu mengalami sejumlah luka lebam di wajahnya.Dalam video yang diterima kumparan, tampak kelopak mata sebelah kanan anak itu biru lebam. Wajahnya juga dipenuhi bekas luka. Mulutnya juga lebam yang diduga akibat penganiayaan. Sementara tubuhnya tampak begitu kurus. Di bagian tangan anak itu terdapat sejumlah bekas luka.Kasus ini pertama kali terungkap oleh komunitas ojek online (ojol). Saat itu, ayah kandung korban mengirim video dan foto ke grup komunitas ojol di Batam. Dalam videonya, sang ayah meminta bantuan karena anak dan istrinya sudah tak memiliki stok makanan."Awalnya kami hanya ingin membantu. Namun setelah melihat kondisi korban, kami merasa ada kejanggalan sehingga Satgas KOMANDO kami turunkan untuk melakukan pengecekan dan pendalaman," kata Ketua Umum KOMANDO Batam, Feriandi Tarigan, Sabtu (20/6).Kecurigaan semakin menguat karena setiap kali korban ditanya mengenai asal luka yang dialaminya, ibu tirinya kerap menjawab pertanyaan tersebut.Komunitas ojol kemudian membawa anak tersebut keluar dari rumahnya. Di sana, akhirnya sang anak berani menceritakan kondisinya. Ia mengaku kerap dianiaya ibu tirinya.Ojol Lapor PolisiTemuan itu kemudian dikoordinasikan dengan Polsek Batuaji dan Polsek Sekupang untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.Menurut Feriandi, pihaknya juga memperoleh informasi bahwa ibu tiri korban telah membeli tiket kapal dari Pelabuhan Sekupang menuju Dumai pada 20 Juni 2026. Ia khawatir perempuan tersebut meninggalkan Batam sebelum proses hukum berjalan.Melalui koordinasi antara Satgas KOMANDO dan kepolisian, terduga pelaku beserta suaminya diamankan pada malam hari sebelum keberangkatan tersebut.Saat ini korban masih menjalani perawatan akibat luka-luka yang dialaminya. Hingga Sabtu sore, belum ada keluarga maupun kerabat korban yang datang untuk memberikan pendampingan secara langsung.Polisi Selidiki KasusKapolsek Sagulung, Iptu Husnul Afkar, membenarkan bahwa pihaknya tengah menyelidiki dugaan penganiayaan tersebut.Berdasarkan hasil pengamatan awal, polisi menemukan adanya luka lebam di bagian mata korban sebagaimana terlihat dalam video yang beredar."Untuk dugaan penganiayaan masih kami dalami. Kami belum bisa menyimpulkan karena pemeriksaan masih berlangsung," ujarnya melalui sambungan telepon.Polisi menangkap terduga penganiayaan anak di Batam. Foto: Dok. IstimewaBerdasarkan keterangan sementara, ibu tiri korban mengaku pernah memukul anak tersebut karena dianggap tidak mendengarkan perkataannya.Sementara itu, ayah kandung korban mengaku tidak mengetahui adanya dugaan kekerasan tersebut karena bekerja hingga malam. Setiap kali pulang, ia disebut mendapat penjelasan bahwa anaknya terjatuh."Pengakuan pelaku, korban memang pernah dipukul sebelumnya, tetapi tidak sering," jelasnya.Ibu Tiri Jadi TersangkaPolisi menetapkan wanita berinisial VJ sebagai tersangka kasus penganiayaan terhadap anak perempuan berusia 9 tahun di Kecamatan Batu Aji, Batam, Sabtu (20/6). VJ adalah ibu tiri dari korban, ia tega menganiaya gadis kecil itu hingga mengalami luka lebam di wajahnya."Sudah ditetapkan tersangka, ibu sambung korban berinisial VJ," kata Kapolsek Sagulung, Iptu Husnul Afkar, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Minggu (21/6).VJ, ibu tiri penganiaya bocah di Batam. Foto: Dok. IstimewaHusnul mengatakan penyidik masih mendalami kemungkinan keterlibatan ayah kandung korban. Untuk sementara, ayah korban masih berstatus saksi dan telah diperbolehkan pulang."Keterlibatan ayah korban masih kami dalami. Saat ini statusnya masih sebagai saksi," kata Husnul.Korban Mulai MembaikKetua Umum KOMANDO Batam, Feriandi Tarigan, mengatakan kondisi korban saat ini mulai membaik. Pembengkakan pada mata sebelah kanan berangsur pulih dan korban sudah dapat melihat dengan normal."Kondisinya sudah lebih baik. Mata kanan yang sebelumnya bengkak sudah membaik dan sudah bisa melihat," kata Feriandi.Menurut dia, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak telah menjenguk korban yang masih menjalani perawatan di RSUD Embung Fatimah.Namun hingga kini, belum ada keluarga yang datang untuk mendampingi korban secara langsung."Hingga hari ini belum ada yang menjenguk. Pamannya yang berada di Tanjung Uban katanya mau datang, tapi sampai sekarang belum datang. Baik dari pihak bapak maupun dari pihak ibunya," ujarnya.Ibu Kandung Kerja di MalaysiaBendera Malaysia. Foto: Cloud_Yew/ShutterstockFeriandi mengatakan ibu kandung korban saat ini berada di Malaysia. Pihaknya baru berhasil menghubungi perempuan tersebut pada Sabtu malam setelah memperoleh nomor teleponnya.Menurut dia, ibu kandung korban mengaku sedang mengurus sejumlah dokumen dan berupaya segera kembali ke Batam."Ibu kandungnya sekarang di Malaysia. Baru tadi malam kami dapat menghubunginya. Dia bilang sedang mengurus berkas dan diusahakan segera pulang," kata Feriandi.Ayah kandung korban sempat menjenguk anaknya pada Jumat dengan pengawalan polisi.Kasus dugaan penganiayaan terhadap bocah tersebut saat ini masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut oleh Polsek Sagulung.