Israel Klaim Netanyahu Bertemu Pangeran MBZ Saat Perang Iran, UEA Bantah

Wait 5 sec.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Presiden AS Donald Trump dan Menteri Luar Negeri Uni Emirat Arab (UEA) Abdullah bin Zayed menunjukkan perjanjian damai Israel, UEA, dan Bahrain pada 2020. Foto: Tom Brenner/REUTERSKantor Perdana Menteri Israel merilis pernyataan mengejutkan. Disebutkan, PM Benjamin Netanyahu telah melakukan kunjungan rahasia ke Uni Emirat Arab (UEA) dan bertemu Presiden Mohamed bin Zayed Al Nahyan (Pangeran MBZ). Pertemuan yang terjadi tengah perang AS-Israel vs Iran itu langsung dibantah UEA.Bunyi pernyataan Kantor PM Israel yang diunggah di X pada Rabu (13/5) waktu setempat sebagai berikut:Di tengah berlangsungnya Operasi Roaring Lion, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu secara diam-diam mengunjungi Uni Emirat Arab, tempat ia bertemu dengan Presiden UEA Sheikh Mohamed bin Zayed.Kunjungan ini telah menghasilkan terobosan bersejarah dalam hubungan antara Israel dan UEA.Seorang anak laki-laki mengendarai keledai di dekat salah satu baterai sistem pertahanan rudal Iron Dome Israel di sebuah desa yang tidak diakui oleh otoritas Israel di Gurun Negev selatan Foto: AHMAD GHARABLI / AFPPernyataan Israel itu mencuat tak lama setelah Duta Besar Amerika Serikat untuk Israel, Mike Huckabee, mengungkap bahwa Israel telah mengirim baterai pertahanan udara Iron Dome beserta personel militernya ke UEA selama perang melawan Iran. Huckabee dalam konferensi pers di Tel Aviv pada Selasa waktu setempat menyebut langkah itu sebagai bagian dari kerja sama pertahanan yang semakin erat antara Israel dan UEA.Adapun UEA menjadi negara Arab pertama yang menormalisasi hubungan diplomatik dengan Israel melalui kesepakatan Abraham Accords pada 2020. Kesepakatan itu dimediasi Presiden Amerika Serikat Donald Trump.Foto kolase bendera Israel dan Uni Emirat Arab (UAE). Foto: Shutter StockUEA MembantahBeberapa jam setelah cuitan Kantor PM Israel itu naik di platform X, Kemlu UEA langsung membuat pernyataan bantahan.“UEA membantah laporan terkait kunjungan Perdana Menteri Israel atau penerimaan delegasi militer Israel,” ujar Kemlu UEA.Berikut pernyataan UEA selengkapnya:Uni Emirat Arab membantah laporan yang beredar mengenai dugaan kunjungan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ke UEA, atau penerimaan delegasi militer Israel di negara tersebut.UEA menegaskan kembali bahwa hubungannya dengan Israel bersifat publik dan dilakukan dalam kerangka Abraham Accords (Perjanjian Abraham) yang terkenal dan diumumkan secara resmi, serta tidak didasarkan pada pengaturan yang tidak transparan atau tidak resmi.Oleh karena itu, klaim apa pun mengenai kunjungan yang tidak diumumkan atau pengaturan yang tidak diungkapkan adalah sepenuhnya tidak berdasar, kecuali jika diumumkan secara resmi oleh otoritas terkait di UEA.UEA menyerukan kepada outlet media untuk menjalankan akurasi serta profesionalisme, dan menahan diri dari menyebarkan informasi yang tidak diverifikasi atau mempromosikan narasi politik yang menyesatkan.Peta UEA. Foto: hyotographics/ShutterstockTanggapan IranSelama ini, Iran menganggap normalisasi hubungan UEA dengan Israel sebagai langkah yang merugikan Palestina serta mengancam keamanan regional. Iran juga kerap mencurigai UEA sebagai hub intelijen dan militer Israel di kawasan.Atas silang pernyataan Israel vs UEA itu, tak lama kemudian Menlu Iran Abbas Araghchi mencuit bahwa kecurigaan negaranya terbukti dan pihak yang bekerja sama dengan Israel akan menerima konsekuensi.Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi menyesuaikan kacamatanya saat konferensi pers setelah pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov di Moskow, Rusia, 17 Desember 2025. Foto: REUTERS/Ramil SitdikovBerikut cuitan Araghchi:Netanyahu kini telah secara terbuka mengungkapkan apa yang sejak lama telah disampaikan oleh dinas keamanan Iran kepada para pemimpin kami.Permusuhan terhadap rakyat besar Iran adalah sebuah pertaruhan yang bodoh. Bersekongkol dengan Israel dalam hal ini: tidak dapat dimaafkan.Siapa pun yang berkolusi dengan Israel untuk menebar perpecahan akan dimintai pertanggungjawaban.Sementara itu, mengutip CBS News, sejumlah sumber menyebut bahwa kunjungan rahasia Netanyahu ke Pangeran MBZ terjadi pada akhir Maret.Analis menilai isu pertemuan Netanyahu dan MBZ merupakan hal sensitif karena normalisasi Israel–UEA masih kontroversial di tengah konflik Israel–Palestina dan opini publik Timur Tengah yang cenderung anti-Israel.