Chef Lucky Suherman, founder Komunitas Pelaku Kuliner Foto: Dok.Chef Lucky Suherman/InstagramBaru-baru ini jagat maya tengah dihebohkan dengan unggahan seorang koki yang mengaku telah menjadi executive chef setelah memperoleh sertifikasi BNSP. Unggahan tersebut pun langsung menuai perdebatan di kalangan warganet yang mempertanyakan apakah posisi executive chef memang bisa didapat hanya lewat sertifikasi saja.Lantas, sebenarnya apa sih arti executive chef di dunia kuliner?Ketua Komunitas Pelaku Kuliner, Chef Lucky Suherman, menjelaskan di industri food and beverage (F&B), executive chef bukan sekadar gelar semata, melainkan jabatan struktural tertinggi dalam organisasi dapur profesional dengan tanggung jawab yang sangat besar. Ia menambahkan, istilah “chef” sendiri berasal dari bahasa Prancis “chief”, yang berarti kepala atau pemimpin. “Executive chef itu pimpinan tertinggi di organisasi dapur, khususnya di hotel bintang empat, lima, dan enam,” kata chef Lucky kepada kumparanFOOD, Kamis (13/5).Menurut chef Lucky, tugas seorang executive chef jauh lebih kompleks dibanding sekadar memasak makanan lezat. Mereka bertanggung jawab atas keseluruhan operasional dapur, mulai dari menjaga kualitas rasa, mengatur pengadaan bahan baku, mengelola tim dapur, hingga melakukan pengendalian biaya operasional.Selain itu, dalam praktiknya, executive chef juga harus terlibat dalam berbagai urusan penting di hotel. Mulai dari meeting wedding, jamuan tamu VVIP, hingga koordinasi dengan berbagai departemen lain.“Executive Chef itu bukan hanya soal bisa masak. Yang paling penting adalah kemampuan manajemen dapur, leadership, dan cost control,” ujarnya.Karena tanggung jawabnya besar, posisi ini pun tidak didapat secara instan. Lucky menjelaskan, kebanyakan chef harus melalui perjalanan karier panjang sebelum dipercaya menduduki posisi executive chef.Chef Lucky Suherman. Foto: Instagram/ @luckysuhermanBiasanya, perjalanan itu dimulai dari posisi paling bawah seperti steward atau pencuci piring, lalu naik menjadi cook helper, cook, senior cook, sous chef, hingga akhirnya mencapai posisi executive chef. Tak heran jika prosesnya bisa memakan waktu bertahun-tahun.Menurut Lucky, sertifikasi profesi seperti BNSP pada dasarnya lebih berfungsi sebagai pengakuan kompetensi, bukan jalan pintas untuk langsung mendapatkan jabatan executive chef.“Kalau di lapangan, yang paling dilihat itu biasanya rekam jejak dan pengalaman kerja. Bahkan sertifikasi kadang bukan jadi faktor utama bagi owner, GM, atau direktur saat merekrut executive chef. Mereka lebih melihat track record, sudah berapa lama menjabat sebagai executive chef, atau sebelumnya pernah menjadi assistant executive chef maupun head chef di hotel,” kata pria yang juga pernah menjabat sebagai executive chef di MYKO Hotel Makassar.Apalagi di hotel berbintang, kata Lucky, seorang executive chef bisa membawahi banyak head chef sekaligus untuk berbagai restoran dalam satu properti. Karena itu, tanggung jawab mereka bukan hanya mengurus satu dapur, tetapi memastikan kualitas seluruh outlet makanan di hotel tetap terjaga."Kami merupakan posisi tertinggi dalam organisasi dapur di industri F&B. Karena itu, tanggung jawab executive chef mencakup seluruh proses," jelas dia.