BorneoFlash.com, JAKARTA - Bank Indonesia (BI) optimistis nilai tukar rupiah tetap stabil dan berpeluang menguat seiring kuatnya fundamental ekonomi nasional di tengah tekanan ekonomi global.Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, mengatakan BI terus menjalankan berbagai langkah stabilisasi untuk menjaga pergerakan rupiah agar tetap terkendali.“Seperti yang disampaikan Pak Gubernur BI, kami tetap meyakini rupiah akan stabil dan cenderung menguat karena fundamental ekonomi Indonesia lebih baik dibandingkan banyak negara lain,” ujar Ramdan di kantor pusat BI, Jakarta, Rabu.BI memperkuat intervensi pasar, menjaga likuiditas pasar uang dan perbankan, membeli Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder, serta memperkuat transaksi pasar valas dan pengawasan pembelian dolar AS oleh bank maupun korporasi.Ramdan menjelaskan tekanan terhadap rupiah juga dialami mayoritas mata uang dunia akibat dinamika global, terutama konflik Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga minyak dunia dan penguatan dolar AS.Menurutnya, kebutuhan dolar AS di dalam negeri juga meningkat akibat repatriasi dividen, pembayaran utang luar negeri, serta kebutuhan masyarakat untuk ibadah umrah dan haji.Meski begitu, BI meyakini sinergi bersama pemerintah dan lembaga terkait mampu menjaga stabilitas rupiah. Pada perdagangan Rabu (13/5/2026), pasar menempatkan rupiah di kisaran Rp17.500 per dolar AS.Selain itu, BI mencatat aliran modal asing kembali masuk pada awal triwulan II 2026 sebesar 3,3 miliar dolar AS setelah sebelumnya terjadi arus keluar modal sebesar 1,7 miliar dolar AS pada triwulan I 2026.Sementara itu, posisi cadangan devisa Indonesia pada April 2026 mencapai 146,2 miliar dolar AS dan dinilai masih mampu menopang stabilitas ekonomi nasional serta kebijakan penguatan rupiah. (*)