Harga Minyak Goreng Naik Dipicu Harga CPO dan Biaya Distribusi

Wait 5 sec.

BorneoFlash.com, JAKARTA - Menteri Perdagangan Budi Santoso menjelaskan kenaikan harga minyak goreng hingga menembus Rp19.000 per liter dipicu naiknya harga crude palm oil (CPO) dan biaya distribusi.Budi mengatakan perhitungan rata-rata harga minyak goreng mencakup minyak premium dan produk di luar Minyakita. Menurutnya, kenaikan harga CPO ikut mendorong harga minyak goreng di pasaran.“Harga minyak goreng menyesuaikan kenaikan harga CPO dan biaya distribusi,” ujar Budi saat meninjau harga dan pasokan pangan di Pasar Palmerah, Jakarta, Rabu.Dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah 2026, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan rata-rata harga minyak goreng nasional mencapai Rp19.648 per liter pada pekan keempat April 2026. Angka tersebut mencakup minyak goreng curah, premium, hingga Minyakita.BPS mencatat harga minyak goreng naik 1,50 persen dibandingkan Maret 2026. BPS juga menemukan 62,22 persen wilayah di Indonesia mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) minyak goreng hingga akhir April 2026.BPS mencatat harga minyak goreng tertinggi berada di Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah mencapai Rp60 ribu per liter. Sementara itu, harga terendah berada di Kabupaten Puncak Jaya sebesar Rp42.500 per liter.Budi menilai harga minyak goreng bisa kembali turun jika harga bahan baku dan distribusi mulai normal. Menurutnya, stabilitas harga sangat bergantung pada pergerakan harga CPO di pasar global.“Kalau semuanya kembali normal, harga minyak goreng juga bisa menurun. Saat ini harga CPO memang masih naik,” katanya.Berdasarkan data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan per 12 Mei 2026, harga rata-rata minyak goreng kemasan premium mencapai Rp22.084 per liter. Harga minyak goreng curah berada di level Rp19.560 per liter.Di sisi lain, harga rata-rata nasional Minyakita mencapai Rp15.865 per liter atau turun 0,31 persen dibandingkan hari sebelumnya.Budi menegaskan pemerintah terus memantau harga minyak goreng dan distribusi Minyakita untuk menjaga stabilitas pasar. Menurutnya, Minyakita membantu menahan kenaikan harga minyak goreng agar tidak melonjak lebih tinggi. (*)