Direktur Jenderal Rosatom, Alexey Likhachev, dalam kunjungan kerjanya ke Indonesia, membahas pengembangan proyek tenaga nuklir, infrastruktur nuklir, pelatihan personel, serta aplikasi teknologi nuklir di luar sektor energi. Rosatom menyatakan siap menawarkan pendekatan komprehensif, termasuk solusi tenaga nuklir skala besar, reaktor modular kecil, dan unit pembangkit listrik terapung, dengan mempertimbangkan kekhususan geografis Indonesia sebagai negara kepulauan.Dalam pertemuan yang turut dihadiri Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, BRIN, PT PLN, dan Ketua DPD RI tersebut, Rosatom menekankan pentingnya dialog yang berkembang dalam suasana saling percaya dan menghormati. Rosatom menyebut Indonesia telah menetapkan tujuan ambisius untuk pengembangan energi nuklir, sehingga kerja sama tidak hanya membahas teknologi tetapi juga pembentukan kemitraan jangka panjang yang berfokus pada pengembangan industri baru, pelatihan personel nasional, dan penguatan kedaulatan teknologi negara.Tahun 2026 menjadi peringatan 20 tahun Perjanjian Antar Pemerintah tentang Kerja Sama dalam Penggunaan Energi Atom Secara Damai yang ditandatangani pada 1 Desember 2006.